Skip to content

Riligius, Tapi Korupsi Masih Tinggi, Apa yang Salah Di Indonesia ???

”Jika ketiga fungsi eksekutif otak itu mampu mengoptimalkan kelima bagian otak tadi, religiositas dan spiritualitas akan terwujud dan terjaga dengan baik,” katanya.

Manifestasi spiritualitas dan religiositas pada seseorang itu sangat ditentukan oleh kemampuannya mengendalikan diri, mengambil keputusan, serta memandang perbuatan yang diambil apakah memiliki makna atau tidak.

Namun, yang sering terjadi di Indonesia, pengambilan keputusan sering kali terpisah dengan sistem kendali diri atau sebaliknya. Akibatnya, keputusan yang diambil tidak lagi berbasis etik yang sumbernya ada pada religiositas. Di sinilah korupsi terjadi.

”Manifestasi spiritualitas dan religiositas pada seseorang itu sangat ditentukan oleh kemampuannya mengendalikan diri, mengambil keputusan, serta memandang perbuatan yang diambil apakah memiliki makna atau tidak,” ujarnya menambahkan.

Masalahnya, lanjut Taufiq, sistem kendali diri dan makna hidup itu mirip dengan otot. Semakin kita menggunakannya, semakin baik pula hasil yang didapat. Sebaliknya, jika kita tidak pernah melatihnya, kualitas fungsi eksekutif kita pun akan menjadi tidak bagus. Use it or lose it.

Oleh arena itu, agar seseorang yang memiliki religiositas atau meyakini nilai-nilai apa pun bisa senantiasa menjaga dan menerapkan nilai-nilai tersebut, mereka perlu melatih kendali diri dan kemampuannya mengambil keputusan. Latihan itu bisa dilakukan mulai dari hal-hal sederhana, seperti memilih makanan yang kaya sayur atau makanan ultraproses, memilih terus menggulir gawai atau tidur malam, hingga hal-hal yang lebih kompleks, seperti memilih sekolah, menikah, membeli rumah, atau menentukan jumlah anak.

Di luar proses pada otak manusia, perilaku seseorang bersifat dinamis dan dipengaruhi oleh lingkungan yang juga berubah setiap saat. Perilaku seseorang itu sangat dipengaruhi oleh predisposisi genetik, yaitu keberadaan gen yang memengaruhi kendali diri dan pembuatan keputusan seseorang. Muncul atau tidaknya gen ini pada seseorang akan sangat bergantung pada faktor-faktor tertentu dari lingkungan tertentu.

Selain itu, perilaku juga dipengaruhi karakter kepribadian seseorang. Sejarah hidup mereka, di mana mereka tinggal, bersekolah, atau bergaul yang membentuk pengalaman hidup juga memengaruhi perilaku. Latar belakang budaya seseorang juga berpengaruh karena hidup di lingkungan yang mengagungkan materialisme bisa mendorong seseorang melakukan apa saja demi mengumpulkan banyak harta.

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan