Pil ini berfungsi dengan mencegah atau menunda pelepasan sel telur atau merubah kondisi rahim sehingga pembuahan tidak terjadi. Meskipun disebut ‘darurat’, penggunaan pil ini sebaiknya tidak menjadi metode kontrasepsi reguler karena dapat memiliki efek samping dan dampak kesehatan yang tidak diinginkan.
7. Menggunakan KB implan
KB implan merupakan metode kontrasepsi hormonal yang ditanam di bawah kulit untuk mencegah kehamilan. Bagi Bunda yang ingin menjadwalkan kehamilan setelah menggunakan implan, perlu mempertimbangkan bahwa setelah pengangkatan implan, tubuh mungkin memerlukan waktu untuk kembali ke kondisi subur normal.
8. Melakukan metode senggama terputus
Senggama terputus adalah tindakan pencegahan kehamilan yang dilakukan saat berhubungan seksual. Suami harus mengeluarkan sperma di luar sebelum ejakulasi.
Pasangan yang ingin menjadwalkan kehamilan dengan menggunakan senggama terputus perlu menyadari bahwa metode ini tidak sepenuhnya efektif, karena sperma dapat dilepaskan sebelum ejakulasi selesai.
9. Menyusui eksklusif
Menyusui eksklusif, bayi hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain, dapat berpengaruh pada kesuburan Bunda. Menyusui eksklusif dapat menyebabkan penundaan ovulasi dan menstruasi, yang bisa berperan dalam mengurangi peluang kehamilan selama periode tersebut.

One comment