BATU || NUSANTARAMAILS.COM – GPR (Government Public Relations) Academy Bootcamp Tahun 2024 selama tiga hari mulai tanggal 21 sampai 23 Agustus 2024 dibuka Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono.
Pelaksanaan diadakan di Royal Orchids Garden Hotel and Condominium, Kota Batu tersebut bertemakan “Penguatan Eksistensi Humas Menuju Indonesia Emas 2045” diikuti jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.
“Hubungan masyarakat atau Humas merupakan nafas dalam sebuah organisasi sekaligus corong pemerintahan. Utamanya dalam menyampaikan informasi kebijakan atau program kepada masyarakat,” kata Adhy Karyono, Jum’at (23/8). Menurutnya, peran humas sangat penting dan menentukan dari eksistensi entitas di pemerintahan dalam menyebarluaskan berbagai kebijakan program maupun kegiatan.
“Pemerintah sangat bergantung pada kepiawaian humas untuk manage sebuah informasi dengan baik, membranding pemerintah terhadap kebijakan yang disampaikan kepada masyarakat,” kata Pj Gubernur Jatim Adhy.
Baca Juga :
Pemdes Tanjung Agung Serukan Warga Lestarikan Budaya Dendang Dzikir
Dia menegaskan, humas harus mampu mengoperasikan berbagai kebijakan pemerintah maupun stakeholder kepada masyarakat. Bahkan, Adhy menyebut ketika turbulence atau munculnya isu negatif, humas harus bisa meredamnya.
“Peranan humas bisa dirasakan dan memberi dampak terhadap persoalan terjadi melalui saluran informasi yang ada, diantaranya website maupun media sosial (medsos) milik pemerintah lainnya,” katanya lagi.
Lebih lanjut Adhy menyampaikan, peran humas harus mampu mengomunikasikan program pemerintah agar lebih efektif diterima masyarakat.
Lihat Juga :
Lomba Makan Kerupuk, Anak-anak Gampong Drien Rampak Meriahkan HUT RI Ke – 79
Perkembangan teknologi digital informasi saat ini harus menjadikan humas bisa menangkal berbagai serangan siber yang terjadi di lingkungan pemerintah, terutama netralitas menghadapi Pemilukada pada bulan Oktober mendatang.
Oleh karenanya, konten yang dibuat, analisa media, desain grafis maupun flayer harus berbasis kekinian.
“Pemahaman ini harus disamakan melalui GPR Academy Humas Pemerintah,” jelasnya.
Adhy meminta, kapasitas para tenaga humas harus ditingkatkan sesuai perkembangan teknologi salah satunya melalui Artificial Intelligence (AI) dan berbagai digital informasi lainnya.
Sehingga, kedepan humas harus bisa membuat konten efektif memonitor berita positif maupun negatif melalui search engine yang efektif sampai topic yang paling menarik sedang dibicarakan masyarakat.
“Ini harus berdampak kinerja humas terhadap pelayanan publik terutama kepuasan masyarakat, keberhasilan program dan kebijakan pemerintah,” harapnya.
Adhy mempersilahkan kepada pranata Humas seluruh Indonesia dan Jatim untuk mereplikasi pemerintah daerah.
“Mereplikasi pemerintah daerah yang sudah memiliki kebijakan program kehumasan yang sudah efektif,” pungkasnya. (mnf/yti)

Leave a comment