KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kades Tanjung Agung Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, Herlen Sumarni, S. Pd serukan kepada warganya untuk selalu melestarikan budaya dendang dzikir dalam kegiatan seremonial.
Budaya dendang dzikir merupakan kearifan lokal yang patut dijaga dan dilestarikan hingga ke anak cucu. Dendang dzikir memiliki peran dalam menjaga persatuan dan kesatuan warga desa.
Untuk itu, harusnya bangga dengan budaya dendang dzikir ini. Apalagi, dihiasi dengan seni pantun, petuah adat dan lainnya. Semua memiliki makna yang baik, karenanya wajib untuk dilestarikan.
“Dendang dzikir ini merupakan budaya yang bagus dan menjadi kebanggaan bagi Desa Tanjung Agung Untuk itu, wajib untuk dijaga,” ujar Herlen Sumarni.

Walaupun zaman sudah semakin modern dan maju, tetapi kearifan lokal ini jangan sampai hilang ataupun punah, harus dijaga dan dilestarikan adat dan seni budaya ini, tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah desa saja, namun harus mendapat dukungan dari semua lapisan masyarakat.
Bagi yang sudah memahami seni budaya ini dapat menjadi guru generasi muda untuk terus mempertahankannya. Dengan cara, selalu menerapkannya dalam kehidupan bermasyarakat. Kedepannya kearifan lokal ini jangan hanya dilakukan oleh para kaum adat, tapi bisa juga dilakukan oleh para pemuda agar seni budaya tersebut tetap terjaga.
Kearifan lokal ini bertujuan untuk meningkatkan minat bakat bidang seni dan budaya, merupakan bentuk dari seni budaya yang biasanya dilakukan di saat pernikahan dan memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW.
“Kami berharap generasi muda bisa mengikuti kegiatan ini sehingga terorganisir dengan baik dan terus berkembang dan tidak punah dengan perkembangan zaman,” singkat dia.(mul/adv)

Leave a comment