Saat ini, karyawan lokal hanya segelintir orang tidak lebih dari satu persen. Tenaga kerja lebih dikuasai oleh orang luar daerah Kabupaten Kaur.
Isu Pungli juga menyeruak dikalangan masyarakat. Dimana, banyaknya pintu yang harus dilalui oleh para sopir truk atau armada angkut TBS.
Pungli mulai dari sopir tembak, pos penjagaan hingga sortasi pada saat pembongkaran TBS dari armada angkut.
Belum lagi, masih seringnya terjadi kasus kekerasan yang terjadi antara sopir dan karyawan sortasi. Akibatnya, berujung pada laporan polisi atas tindak pidana penganiayaan.
Masyarakat mulai bosan dan jengkel atas berbagai ketidakfairan perusahaan yang harus dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Isu tersebut sudah lama mencuat. Namun, masyarakat masih bertoleransi terhadap pabrik. Sayangnya, keberadaan pabrik CPO ini justru tidak memberi azas ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar salah seorang warga Kecamatan Tanjung Kemuning, Sutarzan (56).

Leave a comment