SURABAYA || NUSANTARAMAILS.COM – Dengan digelarnya selama 14 hari Operasi Keselamatan Semeru 2024, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur dapat mengedukasi masyarakat untuk tertib berlalulintas maupun menekan angka kecelakaan lalulintas.
Sebanyak 4.470 personel jajaran Polda Jawa Timur di terjunkan dalam Operasi Keselamatan Semeru 2024 dan pencanangan Aksi Keselamatan Pengendara menyambut Bulan Ramadan Idul Fitri 2024 Masehi/1445 Hijriah.
Pelaksanaan Operasi itu pihaknya bakal menyasar beberapa pelanggaran peraturan berkendara lalulintas di Jalan Raya. Yakni, pengendara motor tidak menggunakan helm standar SNI, melawan arus, dan menggunakan handphone saat mengendarai kendaraan.
Selanjutnya, pengendara dalam pengaruh alkohol, memacu melebihi batas kecepatan, dan pengendara di bawah umur, serta memakai knalpot brong, hingga balap liar di Jalan Raya.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Timur, Kombes Pol Komarudin menyampaikan, dirinya mengharapkan untuk Operasi Keselamatan Semeru tahun 2024 ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait ketertiban berlalu lintas di jalan raya.
Baca Juga :
Intensitas Hujan Tinggi, Harga Cabai Turun, “Daster” Emak-Emak Naik Perlahan
Mengingat beberapa hari mendatang, masyarakat yang beragama muslim akan menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan. Maka, pelaksanaan operasi kali ini, juga di maksudkan untuk mengantisipasi angka kecelakaan lalulintas jelang mudik da balik Idul Fitri 2024.
“Kami sekaligus persiapan untuk pelayanan dan pengamanan jelang arus mudik dan balik lebaran tahun 2024,” terang Kombes Pol Komarudin kepada nusantaramails.com, Sabtu (2/3/2024).
Perwira 3 (Tiga) Melati Emas dipundaknya kembali menyebut, kesatuannya juga sudah meluncurkan aplikasi Mahameru Quick Respons yang dapat di akses pelaksanaan operasi atau tugas anggota Polantas setiap harinya.
Aplikasi ini memudahkan anggotanya melakukan pemantauan potensi kepadatan lalu lintas atau kejadian di jalan. Artinya, lanjut kata Kombes Pol Komarudin, aplikasi Mahameru Quick Respons memberikan kecepatan dan ketepatan dalam antisipasi serta mengurai kepadatan lalu lintas maupun beberapa layanan lain.
Kecanggihan aplikasi tersebut telah mendapatkan apresiasi dari Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Aan Suhanan.
“Dengan berbagai upaya dari kami dan instansi terkait serta budaya tertib lalu lintas masyarakat, semoga dapat mencegah terjadi laka lalu lintas dan korban laka lalu lintas,” ungkap Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1997 ini. (vfz/yti)

One comment