SURABAYA || NUSANTARAMAILS.COM – Bak sampah jenis amrol rupanya kurang layak disinyalir milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Kurang maksimalnya bak sampah amrol itu tak ada perawatan berkala terlihat berlubang, kusam, dan keropos kerap di jumpai di jalan raya.
Untuk peremajaan bak amrol dan compactor pengangkut sampah masih jebol, menduga apakah tepat sasaran dan sesuai peruntukan? Atau mungkinkah ada kolusi oleh DLH Kota Surabaya terkait tersebut.
Berkaitan itu, salah satu pengendara motor berada di belakang bak sampah turut mengeluh bau menyengat. Keluhan dialami berdampak pada bak sampah (amrol) bolong.
“Kok lubang gitu bak sampahnya, apa tidak di perbaiki. Sangat menganggu pengendara sepeda motor saat berada di belakang truk bak sampah,” ujar pengendara motor yang enggan menyebutkan namanya.
Baca Juga :
“Apalagi, kalau truk mengangkut bak sampah (amrol) berhenti setopan lampu merah, kan bau. Cukup bau sekali,” katanya.
Diharapkan, pihak Instansi terkait dengan bak sampah berlubang supaya di perbaiki atau di ganti baru. Agar tidak menimbulkan bau. Bikin muntah, itu bau bak sampah yang lubang,” sebut dia.
Sumber informasi terpercaya diterima nusantaramails.com menyampaikan, dengan bak sampah berlubang maupun keropos ternyata sudah di anggarkan untuk perawatan.
Alokasinya, semula bak sampah amrol berganti menggunakan compactor. Tujuan itu, bak sampah dapat tahan lama dengan menggunakan bahan stainless, bukan berbahan baja.
Sedangkan, peremajaan bak sampah berlubang harusnya dengan cara pengelasan. Supaya air lindi sampah tidak sampai keluar menetes ke jalan.
“Perawatan bak sampah, baik amrol dan compactor tampak berlubang yang pasti ada anggarannya itu,” jelas sumber.
Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto menyampaikan, dengan bak sampah amrol dan compactor itu memang sedang upaya pembenahan.
“Jadi, memang itu kami upayakan untuk bak sampahnya harus bagus, tapi kan bertahap toh mas,” kata Dedik saat dikonfirmasi via seluler WhatsAppnya, Senin (19/2/2024).
“Kita juga lagi berproses dengan bak sampah berlubang. Itu kan, mungkin dapat melihat ada yang sudah mulai dilakukan penambalan ulang. Bak sampah kita cat,” dalih Kadis DLH Dedik.
Mantan Kadis DPKP (Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Kota Surabaya berharap, untuk pengangkutan (sampah) menggunakan bak itu nanti lebih baik. Tidak ada bak sampah yang bolong, air lindi pun tidak menetes ke jalan.
“Kalau sampai menetes air lindi juga terkadang melihat musimnya. Kalau musim hujan sampah pasti basah. Saat pengangkutan (sampah) pasti ada air lindi menetes toh mas,” ungkap Dedik lagi.
Sehingga, lanjutnya, ketika ada sampah yang sampai tumpah maupun air lindi menetes di jalan, ada bagian sendiri untuk membersihkan.
“Jadi, ada tenaga yang bersihkan bagian penyapuan itu ketika air lindinya netes atau sampah tumpah ke jalan. Kalau misalnya, ada truk pengangkut bak sampah melintas di jalan raya sampai sampahnya tumpah tercecer langsung kita ambil,” ujar Dedik.
Saat ditanya terkait anggaran perawatan untuk bak sampah amrol berlubang dan bak sampah compactor merembes mengeluarkan air lindi menetes, hanya saja Kadis DLH Dedik tidak mengetahui berapa jumlah anggaran tersebut.
“Kalau untuk anggaran, waduh saya kurang hafal. Data anggaran semuanya di kantor, dan harus kembali ke kantor DLH Kota Surabaya. Karena ini saya sedang berada di Balai Kota mau rapat. Tapi yang jelas anggaran perawatan bak sampah amrol dan compactor ada. Jadi, itu ada anggarannya, dikerjakan sama rekan-rekan untuk pengelasan bak sampah. Itu setiap hari ada pengelasan bak yang bolong,” imbuhnya. (vfz/yti)

2 comments