“Cara merekrut para pemeran dalam konten video maupun film bermuatan asusila yang dimaksud, tersangka ini selain mendapatkan talent dari kelompok jaringannya, juga dilakukan melalui profilling media sosial dari calon targetnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ade mengatakan para pemeran film porno tersebut tidak menggunakan kontrak dalam memainkan peran. Mereka hanya dibayar Rp10 hingga Rp15 juta per judul film yang diperankan.
“Jumlah keuntungan yang didapat tersangka kurang lebih satu tahun beroperasi dimulai awal 2022 sudah sekitar Rp500 juta,” tuturnya.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak menyebut ada lima orang ditangkap yang berperan sebagai produser hingga pemeran dalam pembuatan film dewasa tersebut.
“Kemudian dilakukan upaya paksa penangkapan terhadap 5 orang tersangka. Kelima tersangka ini dalam satu rumah produksi. Jadi satu rumah produksi yang kemudian hasil film itu ditransmisikan ke tiga website. TKP nya ada di tiga wilayah di Jakarta Selatan,” kata Ade Safri kepada wartawan, Senin (11/9/2023).
Tiga website yang dipakai untuk mendistribusikan film porno tersebut adalah.https://kelassbintangg.com/, https://togefilm.com/, danhttps://bossinema.com/). Adapun film porno dengan rata-rata duti 1 – 1,5 jam setiap filmnya.
Kelima tersangka diketahui berinisial I sebagai prodused, sutradara, admin website hingga pemilik rumah produksi; JAAS sebagai kameramen; AIS sebagai editor, AT sebagai sound enginering serta SE sebagai sekretaris dan juga pemeran wanita.
Di sisi lain, Ade menambahkan, setidaknya masih ada 11 pemeran wanita dan 5 orang pemeran pria yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

3 comments