KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – “Perceraian diujung kehancuran, tak ada lagi ruang harapan”. Penggalan lirik lagu yang dipopulerkan oleh Ipank penyanyi slow rock asal Padang, Sumatera Barat (Sumbar) ini dapat diindikasikan pecahnya basis suara dukungan terhadap Calon Kepala Daerah (Cakada) di Kabupaten Kaur.
Betapa tidak, loyalis pendukung fanatis Bupati Kaur, H Lismidianto, SH, MH-Herlian Muchrim, ST seakan diujung perceraian dan berlabuh pada sandaran baru.
Lagu ini menarik dengan nada yang menyayat hati. Lirik-lirik bait syair lagu tersebut menjadi goresan hati loyalis yang kini pecah dan menyatakan diri mundur dan memilih sandaran baru.
Meskipun masih ada yang tersisa, namun jumlahnya kian menipis. Mayoritas pergi menyandarkan diri di dermaga baru yang dinilai lebih baik.
Baca Juga :
Belum Ada Puskesmas Di Kaur Yang Mampu Jadi Role Model, PR Berat Bagi Kepala Daerah
Perceraian yang seakan tidak ada lagi ruang harapan untuk rujuk kembali menyatu berjalan bersama. Perceraian tersebut terlihat jelas hingga ke loyalis ditingkat bawah.
Bahkan, pada bagian atasnya terlihat jelas perceraian yang sudah terjadi. Kenapa ?? karena wakil bupati yang selama ini mesra kini seakan menjadi rival tak terbendung.
Disisi lain, ada adik yang bupati yang juga maju menjadi pesaing politik di Pilkada. Sehingga, gambaran ini menunjukkan betapa lirik lagu tersebut menjadi nyata.
Beda halnya dengan kubu satunya yang tetap menyuarakan dan menjunjung tinggi kalimat janji setia “Tetap setia walaupun tergoda”.
“Syair lagu berjudul Perceraian Lara oleh Ipank ini menjelma menjadi kisah nyata di dunia politik di Kabupaten Kaur saat ini,” ujar Indahman (39).(yti)

One comment