Skip to content

Pasca Banjir Bandang, Warga Pagulir Minta Pemprov dan Balai Wilayah 7 Bangun Tanggul

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Warga Desa Air Kering Kecamatan Padang Guci Hilir (Pagulir) Kabupaten Kaur, mengajukan permintaan mendesak kepada Pemerintah Provinsi dan Balai Wilayah Sungai (BWS) 7 untuk segera membangun tanggul di sepanjang Sungai Padang Guci.

Permintaan tersebut muncul setelah kejadian banjir bandang yang merendam pemukiman mereka pada Minggu (6/4/2025) malam.

Banjir bandang yang terjadi pada 6 Mei 2025 lalu mengakibatkan kerusakan parah pada rumah warga dan infrastruktur publik. Serta merendam lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Baca Juga : 

HEADLINE: Presiden Prabowo Dijadwalkan Tiba di Bengkulu Siang Ini

Sejumlah rumah terendam banjir diterjang arus, sementara beberapa keluarga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Menurut warga setempat, Surlian (54), banjir terjadi akibat luapan sungai yang meluap karena tanggul jebol dihantam air deras.

“Kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Setiap tahun, sungai ini meluap saat musim hujan. Namun, kali ini dampaknya sangat besar. Kami berharap Pemprov dan Balai Wilayah Sungai 7 segera membangun tanggul agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan,” ujar Surlian.

Sementara itu tokoh masyarakat, Adisi Putra mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian ini kepada pemerintah setempat.

“Kami mendesak pemerintah agar segera melakukan langkah konkret, termasuk pembangunan tanggul sebagai solusi jangka panjang. Ini penting demi keselamatan warga dan agar mereka bisa kembali melanjutkan kehidupan mereka dengan tenang,” jelas Adisi.

Banjir bandang yang melanda Pagulir juga mengundang perhatian dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPRD setempat yang berjanji akan memperjuangkan pembangunan tanggul dalam anggaran pemerintah daerah mendatang.

Pihak Balai Wilayah Sungai 7 hingga kini belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan warga tersebut, namun diperkirakan akan segera melakukan kajian teknis untuk menilai kelayakan pembangunan tanggul di kawasan tersebut.

Banjir bandang ini menimbulkan rasa trauma bagi masyarakat setempat. Banjir bandang juga menghayutkan satu unit mobil.(yti)

Article topics

3 comments

Tinggalkan Balasan