Dengan demikian tumbuh keakraban pribadi antara Zeni Kostrad dengan Kipam KKO.
Saat Kapten Sukendar tiba, lokasi Kipam di Ancol dalam keadaan kosong, gelap dan sunyi.
Kapten Sukendar menuju Markas Besar KKO Jl Prapatan. Menemui perwira jaga Kapten KKO Mustaram.
Walau zonder surat perintah dan kartu identitas, Kapten Sukendar dihadapkan ke Panglima KKO saat itu, Mayjen KKO Hartono.
Kapten Sukendar : “Kostrad mohon ijin pemakaian pasukan IPAM untuk mengangkat jenazah dari sumur. Perlu 7 orang plus 1 observasi pendahuluan, jadi total 8.”
Diperlukan juga 2 buah masker, 2 set baju penyelam, 2 orang dokter, 1 dokter umum dan 1 dokter gigi.
Mayjen Hartono langsung mengerti dan langsung setuju, dan mengeluarkan Sprint Panglima KKO, dengan catatan ijin dari Mabes AL harus diurus sendiri.
Kapten Sukendar keluar dari ruangan Panglima KKO kembali ke ruang perwira jaga. Kebetulan wakil perwira jaga adalah Letnan KKO Mispan, Wadanki IPAM. Danki Kapten Winanto sedang tidak ada di markas.
Jam 4 pagi : Kapten Sukendar selesai mengurus ijin ke Mabes AL Jalan Gunung Sahari, diantar Letnan Mispan dan Sersan Saparimin.
Zat asam habis, persediaan di MBAL kosong.
Mereka lalu ke pabrik gas di Manggarai yg terkunci rapat. Setelah digedor-gedor dan atap dilempari batu, gerbang dibuka.
Rombongan memilih dan mengambil 8 tabung zat asam.
Satu jam sendiri waktu habis di pabrik gas.
Masker dan alat selam ICAM 48 tidak berada di Mabes KKO dan MBAL.
Letnan Mispan memberi info kalau alatnya ada di kapal KRI Multatuli yang sandar di Dermaga II Tanjung Priok. Perlu 2 jam untuk mengambilnya.
Jam 7 pagi ke Mabes KKO Kwitang menjemput anggota Kipam.
Jam 8 pagi ke Markas Kostrad laporan ke Wa Kakostrad Kolonel Satari dan Waaslog Letkol Rachwono.
“Tim siapp…! ”
Tim terdiri dari 4 orang perwira dan 8 orang bintara dan tamtama, dipimpin Kapten Sukendar.
Kolonel Satari memerintahkan tim segera berangkat ke Lubang Buaya karena pukul 11.00 WIB Panglima Kostrad akan ke lokasi.
Tim mulai bergerak meninggalkan Makostrad.
“Kapten, kita perlu sarapan dulu….” kata seorang anggota.
Kepten Sukendar marah, “Belum bekerja sudah makanan yang dipikir !..”
“Bukan begitu Kapten, kami sudah pengalaman mengangkat jenazah membusuk, pasti tidak akan doyan makan,” ucap anggota.

One comment