Kemudian, guru-guru swasta khawatir pendapatan mereka akan berkurang jika siswa diliburkan selama sebulan penuh.
“Guru-guru swasta di daerah khawatir, kalau liburnya full selama puasa, nanti yayasan akan memotong gajinya signifikan,” lanjut Satriwan.
Menurut Satriwan, salah satu alternatif adalah memodifikasi jam belajar selama Ramadan, seperti mengurangi durasi pelajaran dan membuat program khusus bertema keagamaan.
Selain itu, Jika sekolah diliburkan, pengawasan terhadap siswa sepenuhnya menjadi tanggung jawab orang tua, yang berpotensi menimbulkan risiko.
HORE.. Aturan ini Bolehkan Guru ASN Bisa Mengajar di Sekolah Swasta
Satriwan mengatakan, kebijakan ini dapat meningkatkan risiko learning loss, penggunaan waktu yang tidak produktif, hingga potensi peningkatan kasus tawuran.
“Jangan sampai libur selama Ramadan menjadi ajang anak lama-lama berselancar di dunia maya, mengakses konten negatif kekerasan, game online, bahkan pornografi,” tegas Satriwan.

Leave a comment