Skip to content

Kemarau Vs Politik, Kerawanan Gesekan Di Masyarakat Lebih Tinggi

Petani jagung meradang akibat harga yang tak kunjung naik, dimusim kemarau biaya perawatan meningkat.

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kemarau yang menyebabkan menurunnya penghasilan masyarakat khususnya petani berdampak pada meningkatnya emosional. Kerawanan gesekan masyarakat ini bisa dipicu oleh faktor ekonomi.

Kaitannya dengan pemilihan serentak 2024, kemarau bisa menyebabkan tingkat emosional masyarakat lebih labil. Sedikit saja ketersinggungan dapat menimbulkan konflik yang besar.

Ditahun politik ini, tentunya beda pilihan, beda prinsip, beda pandangan terhadap Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dapat menjadi salah satu faktor terjadinya gesekan.

Baca Juga : 

PKBM Bunda Sentosa Sukses Gelar ANBK, 36 Peserta Hadir Tepat Waktu

Oleh karenanya, masing-masing tim Bapaslon untuk tidak melakukan hal yang dapat menyebabkan munculnya benih konflik.

Cukup cuaca yang panas, namun jangan sampai hati ikut panas dan mudah terpancing oleh isu atau apapun yang dapat menyebabkan emosional sesaat.

“Kemarau berdampak pada penghasilan. Sedangkan, penghasilan yang menurun dapat menyebabkan meningkatnya emosi masyarakat. Karenanya, agar semua pihak dapat menjaga sikap, ucapan maupun menghindari hal yang menimbulkan gesekan,” ungkap Widarto (36).(yti)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan