Skip to content

Inspirasi Dari Sosok Irjend Pol Mardiyono, Kapolda Bengkulu Penggagas Program Sadesahe, Sukses Berkarir di Polri Dimulai Dari Nol

Foto : Bid Humas Polda Bengkulu

Meski harus bekerja keras, Mardiyono kecil tak pernah mengabaikan pendidikan. Ia tak pernah bolos maupun tinggal kelas hingga menamatkan SMA.

“Saya sering dimarahi guru bukan karena malas, tapi karena menunggak uang sekolah. Wali kelas saya, Bu Heni, bahkan pernah datang ke rumah dan akhirnya membantu membayarkan biaya sekolah supaya saya bisa ikut ujian,” tuturnya.

Saat duduk di bangku SMA, ia mulai bercita-cita menjadi polisi setelah mendapat motivasi dari seniornya, Agus Andrianto yang kini menjabat Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Sosialisasi dari sang senior bahwa masuk AKABRI tidak dipungut biaya membuatnya semakin bersemangat untuk berlatih dan belajar secara mandiri.

“Saya benar-benar menyiapkan diri, dari kesehatan, akademik, hingga fisik. Semua dijalani dengan tekad,” ujar Mardiyono.

Ia menegaskan bahwa menjadi anggota Polri tidak membutuhkan biaya apa pun. Pengalaman pribadinya menjadi bukti bahwa jalur kepolisian bisa ditempuh dengan kerja keras, bukan dengan uang.

Kini, sebagai Kapolda Bengkulu, Irjen Pol Mardiyono berkomitmen melanjutkan perjuangannya dengan membantu masyarakat melalui berbagai program sosial.

Salah satunya adalah Program Sriduri (Setiap Hari Dua Ribu) — gerakan di mana setiap anggota Polri menyumbangkan Rp 2.000 per hari.

Dana yang terkumpul digunakan untuk bedah rumah warga kurang mampu, pelayanan kesehatan gratis, dan kegiatan bakti sosial.

Hingga saat ini, program tersebut telah membangun 63 unit rumah layak huni di seluruh wilayah Bengkulu, dengan nilai bantuan Rp50 juta per unit, bekerja sama dengan Baznas, REI, dan Pelindo.

“Kami tidak hanya membangun rumah, tetapi juga melengkapinya dengan perabotan agar siap dihuni,” jelasnya.

Selain itu, Kapolda juga menggagas Program Sadesahe (Satu Desa Satu Hektare Jagung), yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung ketahanan pangan nasional.

Program tersebut kini tengah dalam tahap penilaian dan diharapkan dapat diadopsi oleh setiap desa maupun kelurahan di Bengkulu.

“Inisiatif ini sejalan dengan program Kapolri untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis komoditas jagung,” ujar Mardiyono.

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan