KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Memasuki H+7 di Bulan Ramadhan 1447 H, masyarakat mulai merasakan dampak kelangkaan stok gas subsidi ukuran 3 Kg atau yang kerap disebut gas melon.
Gas melon ditingkat eceran tembus Rp 30.000 pertabung dan itupun sulit didapat. Tidak semua pengecer memiliki stok atau persediaan guna melayani kebutuhan masyarakat.
Seperti yang dialami masyarakat di Kecamatan Tanjung Kemuning. Warga terpaksa membeli gas subsidi dengan harga Rp 30.000 pertabung.
Kenaikkan harga diatas Harga Ecer Tertinggi (HET) ini disebabkan stok terbatas yang dimiliki oleh pengecer.
Baca Juga :
“Sudah beberapa hari terakhir, harga gas subsidi melambung tinggi dari harga standar biasanya diangka Rp 24.000. Ada kenaikkan sebesar Rp 16.000 pertabung ditingkat pengecer,” ungkap salah seorang warga, Latif (57), Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, kenaikkan harga gas melon ini diharapkan dapat segera diatasi. Sehingga, tidak memberatkan atau menambah beban biaya kebutuhan rumah tangga.
“Kenaikkan harga gas melon ini tentu berdampak pada tingkat daya beli masyarakat. Namun, karena keterpaksaan mau tidak mau tetap dibeli untuk keperluan rumah tangga apalagi di Bulan Ramadhan ini,” ungkapnya.(yti)

One comment