KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Memasuki H+19 Bulan Ramadhan 1446 H, pasokan gas elpiji ukuran 3 Kg atau gas melon mulai tersendat. Akibatnya, harga ditingkat eceran mulai merangkak naik perlahan.
Gas elpiji subsidi ini mulai “Besimbun” (bersembunyi, red) seiring melonjaknya penggunaan gas menghadali lebaran Idul Fitri 1446 H.
Dibeberapa pengecer gas melon dijual mencapai Rp 30 ribu pertabung. Padahal di harga normal, gas dijual pengecer diangka Rp 22.000 pertabung.
Baca Juga :
20 Pejabat Eselon II dan III Kabupaten Kaur Diberhentikan Sementara, Ini Daftar Plt-nya
Kenaikkan harga gas elpiji ini mulai menyesakkan dada konsumen yang notobenenya adalag kalangan miskin. Sesuai dengan peruntukkannya, gas elpiji hanya bagi masyarakat miskin.
Kelangkaan gas diharapkan dapat teratasi dengan baik sehingga tidak terjadi kenaikkan harga eceran yang melambung tinggi. Harus ada upaya antisipasi agar pasokan tetap aman dan lancar.
“Jangan sampai naik berlipat-lipatlah harga gas elpiji subsidi ini. Masyarakat miskin seperti kami ini akan sangat sulit untuk membeli gas dengan harga mahal,” ungkap Muslina (43) ibu rumah tangga asak Kabupaten Kaur.(yti)

One comment