NUSANTARAMAILS.COM – Meskipun kerap dihujat dan diserang di Media Sosial (Medsos), namun tidak membuat militan Rindu Gusril Pausi (RGP) lemah dalam berjuang. Bahkan, hujatan dan penistaan yang diberikan menjadi cambuk dalam memperkokoh misi perjuangan.
“Kita tidak ada waktu untuk melayani para penghujat. tetap fokus pada misi perjuangan membentuk relawan yang solid menuju pemungutan suara 27 November nanti,” ujar Frans team militan RGP, Senin (5/8/2024).
“Banyak istilah yang menjelaskan bahwa saat kita difitnah itu menandakan kita orang baik, kita dijatuhkan karena kita tinggi, kita dilemahkan karena kita kuat,” ungkapnya tegas.
Baca Juga :
RGP Tak Mengenal Istilah Militan Lama dan Baru, Semua Menyatu
Militan RGP dibekali dengan pedoman hidup agar tidak goyah dalam perjuangan. Karenanya, mengapa harus membuang waktu melayani hal yang tidak penting.
Ada istilah kuno bagi orang Padang Guci “Jangan nyeguti ayam majuh jemughan padi”. Ini maknanya sangat dalam. Istilah tersebut dapat diartikan, jangan merajuk ayam makan jemuran padi.
“Ketika merajuk ayam makan jemuran padi, ayamnya kenyang kita yang rugi,” bebernya.
Bagi militan RGP, apapun bentuk hujatan, ujaran kebencian yang ditebar harus dihadapi dengan sabar. Jangan terpancing, biarkan mereka mau bilang apa yang terpenting tetap solid.(yti)

Leave a comment