KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Dinamika politik terus berputar. Kekuatan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) semakin tergantung pada ketersediaan modal finansial jelang pemungutan suara 27 November 2024.
Figur bukanlah hal yang berpengaruh terhadap kemenangan Bapaslon. Namun, tanpa didukung dan disupport finansial akan sangat sulit untuk mendapat suara.
Sebagus apapun program yang dicanangkan, akan tumbang dengan kemampuan finansial untuk masyarakat. Sebab, fenomena yang terjadi saat ini, hanya Bapaslon yang memiliki modal besar yang berpeluang menang.
Baca Juga :
PKBM Bunda Sentosa Sukses Gelar ANBK, 36 Peserta Hadir Tepat Waktu
“Prinsip pada pemilihan saat ini adalah lebih baik habis Rp 10 miliar tapi dilantik ketimbang habis Rp 4 miliar tapi tidak dilantik,” ujar salah seorang mantan calon legislatif, Iral Susanto, Rabu (4/9/2024).
Fakta ini teruji saat pemilihan calon anggota DPRD 14 Februari lalu. Kemudian, terlihat jelas pula pada pemilihan calon Kades. Tidak didukung kekuatan finansial maka mimpi untuk menang.
“Kalau modal cekak, berharap donatur dan pendonor maka akan sulit berkembang mendapat dukungan. Dukungan akan terus mengalir sepanjang pemilih dibuat nyaman dengan berbagai fasilitas khususnya uang cash sebagai ongkos jalan politik,” paparnya.(yti)

Leave a comment