Skip to content

BIKIN SENYUM, PUISI untuk PPK, PPS, Panwas, PKD, Pantarlih dan Suka Duka Coklit

Ilustrasi Petugas Pantarlih
Ilustrasi Petugas Pantarlih

PUISI: Dulu kami Berbagi Mimpi, Temanku Kini Jadi PPS

Temanku kini jadi PPS, penegak demokrasi yang tegas,
Menyusun rencana, mengatur langkah,
Dalam hiruk pikuk dan tugas yang tak pernah lengang,
Ia berdiri tegak, membawa tanggung jawab dalam genggam.

Dulu kami berbagi mimpi, tawa, dan harapan,
Kini ia di garda depan, melayani panggilan bangsa,
Dari desa ke kota, menyusuri setiap jalan,
Mengukir jejak dalam sejarah, tanpa lelah atau asa.

Di balik meja kerjanya, ada semangat yang membara,
Menelaah data, menyiapkan segala,
Demi suara rakyat yang jernih dan nyata,
Ia bekerja keras, siang dan malam, tanpa banyak kata.

Temanku kini jadi PPS, pilar keadilan yang berdiri teguh,
Menghadapi tantangan, dengan senyum dan penuh kasih,
Setiap keputusan diambil dengan hati yang penuh,
Memastikan bahwa setiap suara memiliki arti yang utuh.

Ia adalah cermin dari integritas sejati,
Mengabdi pada negeri dengan sepenuh hati,
Dalam tugas yang diemban, tak pernah ia mundur,
Berjuang demi demokrasi, menjaga harapan agar terus subur.

Cerita Aneh, Misteri Kapal Bertebaran Mayat yang Berlayar Mendekati Indonesia

Di setiap langkahnya, ada doa dan harapan,
Bahwa pemilu ini akan berjalan dengan damai,
Temanku kini jadi PPS, penjaga mimpi dan harapan,
Membawa sinar terang dalam setiap langkahnya yang ramai.

Ketika hari berakhir dan malam menyapa,
Ia tetap teguh, meski lelah mulai terasa,
Temanku, pahlawan tanpa tanda jasa,
Kini jadi PPS, pelita bagi bangsa dan negara.

Selanjutnya PUISI: Menyongsong hari esok, PPK Sedang Apa?….

One comment

Tinggalkan Balasan