Tatujue kawin, tatujue meli dari Lombok. Bahkan dalam masyarakat Badui ada pepatah “Huma adalah hate”, atau “Kecut pinuh, hate pinuh” dan dalam masyarakat Dayak pun ada pepatah “Ate putih, ate kenyah”, atau “Oloh-oloh nyahu, nyahu Oloh-oloh.
Artinya, pepatah dalam adat, tradisi dan budaya suku bangsa Nusantara menyiratkan bahwa sejak jaman dahulu kala sudah memiliki pedoman hidup yang mengatur tata cara hubungan manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan alam dan hubungan manusia dengan Tuhan.
Dan agaknya lantaran ikatan dan hubungan manusia yang erat menyadari keterikatan dirinya dengan alam dan Sang Pencipta, bangsa Nusantara yang telah meng-Indonesia tetap relevan disebut bangsa yang sungguh religius.
Begitulah, betapa pentingnya memahami dan menghayati serta mengaplikasikan pedan-pesan moral, spiritual hingga adat istiadat dalam tata pergaulan bermasyarakat dalam hidup dan kehidupan sehari-hari yang semakin komplek dan ruet.(**)

One comment