KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Isu sukuisme mulai diperankan oleh para sutradara politik dalam kampanye. Isu-isu sukuisme dimunculkan dalam hampir setiap orasi politik maupun perdebatan di Media Sosial (Medsos).
Sukuisme menjadi isu yang dinilai paling jitu untuk mendongkrak popularitas dan elektabilitas. Namun, perlu diwaspadai isu sukuisme yang dihembuskan akan memacu meningkatnya suhu politik.
Klaim mendapat dukungan dari suku tertentu oleh Calon Bupati (Cawabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) akan memicu timbulnya empati. Oleh karenanya, isu sukuisme agar dihindarkan guna meredam suhu politik.
Baca Juga :
Belum Ada Puskesmas Di Kaur Yang Mampu Jadi Role Model, PR Berat Bagi Kepala Daerah
“Isu-isu sukuisme diperankan dalam kampanye harus diwaspadai sebagai pemicu meningkatnya tensi politik lokal,” ujar Seitapi (46), Kamis (10/10/2024).
Isu kesukuisme ini dihembuskan di Medsos khususnya facebook dan Whatsapp Group (WAG). Isu sukuisme menjadi perdebatan panjang yang kemudian akan meruncing dalam kepentingan politik.
“Harus diredam, jangan sampai isu sukuisme dapat menjadi pemantik munculnya gesekan dalam Pilkada. Semua masyarakat harus mampu menahan diri agar tidak mudah terpancing isu negatif,” ungkapnya.(yti)

One comment