NUSANTARAMAILS.COM – Isu politik sukuisme mulai dikembangkan ditengah masyarakat. Jika isu ini dibiarkan berkembang dapat menimbulkan efek yang luar biasa. Ada upaya untuk memecah konsentrasi massa melalui isu politik sukuisme.
Isu ini berkembang dari cerita mulut ke mulut masyarakat yang belum diketahui asal usulnya dari mana. Kabar menyebutkan, dukungan masyarakat akan dilihat siapa kandidat nomor satunya.
Karena, kandidat wakil yang selama ini di dukung tidak mampu berbuat banyak. Sehingga, ada peralihan image bahwa yang terpenting adalah calon bupatinya.
Isu lain juga menyebutkan, sudah bosan dengan posisi ekor. Di 2024, pilih kepalanya bukan lagi ekornya. Dalam pola politik bakal calon kandidat sangat implisit dengan sukuisme.
Baca Juga :
Bikin Ngelus Dada, Dijual Pacar Lewat Aplikasi Kencan Gadis 17 Tahun Hamil
Oleh karenanya, isu sukuisme mulai dikembangkan di tengah masyarakat. Hal ini untuk menghalau arus dukungan kepada kandidat lain masuk ke wilayahnya atau Daerah Pemilihan (Dapil).
“Isu sukuisme berkembang ditengah masyarakat. Perlu ada upaya untuk memutus sebaran isu tersebut. Sebab, akan mengganggu kondusifitas jelang pemungutan suara 27 November 2024,” ungkap Suhartoni (68).(yti)

Leave a comment