KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Menjelang bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu (upal) yang berpotensi meningkat seiring melonjaknya aktivitas ekonomi dan transaksi tunai.
Bank Indonesia (BI) mencatat, momen keagamaan besar kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu, terutama di pusat-pusat keramaian seperti pasar tradisional, terminal, kawasan wisata, hingga lokasi penukaran uang musiman.
Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia menyampaikan bahwa peningkatan permintaan uang kartal menjelang Ramadhan dan Lebaran menjadi celah yang kerap disalahgunakan. Oleh karena itu, BI bersama aparat penegak hukum dan perbankan terus memperkuat pengawasan serta edukasi kepada masyarakat.
Baca Juga :
“Masyarakat diminta lebih teliti saat menerima uang tunai. Terapkan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang untuk memastikan keaslian uang rupiah,” ujarnya.
Selain edukasi, Kepolisian Republik Indonesia juga meningkatkan langkah preventif dan penindakan terhadap jaringan pengedar uang palsu. Patroli dan pengawasan diperketat, khususnya di wilayah yang memiliki intensitas transaksi tinggi. Masyarakat pun diimbau segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan atau mencurigai adanya uang palsu.
Pengamat ekonomi menilai, kesadaran publik menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran upal. Minimnya ketelitian saat transaksi tunai dinilai masih menjadi faktor utama uang palsu dapat beredar di tengah masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk melakukan penukaran uang hanya di layanan resmi BI dan perbankan, serta mengurangi transaksi tunai dengan memanfaatkan sistem pembayaran non-tunai yang semakin luas dan aman.
Dengan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, perbankan, dan masyarakat, diharapkan stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, sehingga pelaksanaan ibadah Ramadhan dan perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan bebas dari keresahan akibat peredaran uang palsu.(yti)

One comment