KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Selasa (29/7/2025) dini hari sekira pukul 00.15 WIB, warga Desa Tinggi Ari Kecamatan Tanjung Kemuning dibuat geger dengan peristiwa berdarah.
Dua remaja yang diketahui warga Desa Padang Leban Kecamatan Tanjung Kemuning menyerang rumah korban dan mengakibatkan salah seorang terluka di bagian tangan.
Bahkan, insiden berdarah ini nyaris merenggut nyawa. Pasalnya, korban yang tersungkur akibat diserang oleh terduga pelaku menggunakan samurai ini sempat diinjak bagian dada serta lehernya ditempel senjata tajam tersebut.
“Diam kaba kalu ndek ndak mati”, (diam kamu kalau tidak mau mati, red) teriak terduga pelaku kepada korban yang tidak berdaya lagi.
Baca Juga :
Penyegaran Personel, Pemkab Kaur Lantik Pejabat Eselon III dan IV
Korbannya adalah Titin Faisal (TF) (52) dan Alpin Nixsi (AN) (34) warga Desa Tinggi Ari. Berdasarkan keterangan korban (TF) Kejadian bermula adanya beberapa orang remaja berkelahi diduga kuat dipengaruhi oleh minuman keras dan lem Aibon.
Melihat perkelahian tersebut datanglah (TF) menghampiri dengan maksud menegur agar tidak berkelahi di dekat rumahnya. Namun, terduga pelaku tidak terima dengan teguran korban.
Terduga pelaku langsung mengejar (TF) dengan membawa senjata tajam, dan (TF) langsung berlari kerumahnya menutup pintu dan mengunci rumah.
“Karna tidak berhasil masuk ke dalam rumah terduga pelaku langsung merusak rumah saya dengan cara memecahkan kaca jendela,” sampai korban (TF).
Mendengar ada keributan, warga sekitar keluar untuk mengetahui keributan yang ada di dekat rumah dan menanyakan kejadian apa yang telah terjadi.
Namun, berjelang sekira 4 menit datanglah 2 orang terduga pelaku membawa senjata tajam jenis samurai dan langsung menyerang korban Alpin Niksi (AN) yang kebetulan ada di lokasi karena mendapat kabar terjadinya keributan di dekat rumah pamannya (TF).
Korban yang tidak tau apa-apa langsung diserang oleh terduga pelaku dengan mengibaskan samurai ke arah leher (AN) namun berhasil ditangkis oleh korban.
Akibatnya tangan korban luka, setelah itu korban tersungkur dan langsung ditodongkan samurai ke leher korban. Sembari menginjak dada korban sambil berkata dengan bahasa khas Padang Guci.
“Diam kaba kalau Endik Ndak mati kalau diartikan dalam bahasa Indonesia (Diam kamu kalau tidak mau mati) tidak hanya itu terduga juga memecahkan kaca jendela rumah Widarto yang berada diseberang jalan raya,” tutur AN.
Beruntung, serangan yang membabi buta dapat dipisahkan oleh warga Desa Tinggi Ari dan pihak pemerintah desa langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Setelah mendapat laporan warga, anggota piket Polsek Tanjung Kemuning langsung mendatangi TKP untuk melakukan pengamanan dan terduga pelaku langsung di bawah ke Polres Kaur guna mendapatkan keterangan lebih lanjut.
Dikabarkan, kedua korban pagi ini akan membuat laporan resmi ke Satreskrim Polres Kaur untuk diproses secara hukum lebih lanjut.(yti)

2 comments