Gejala puber kedua secara emosional
Selain perubahan fisik, puber kedua juga dapat berpengaruh terhadap emosional.
“Melihat perubahan tubuh bisa membuat stres dan hal itu tentu tidak membuat prosesnya menjadi lebih mudah,” terang Indra.
“Sehingga kita harus berupaya menangani pemicu stres seperti ini dalam hidup karena penuaan baik pada pria atau wanita adalah bagian penting dari tubuh, proses perubahan dalam kehidupan,” imbuh dia.
Sementara itu, psikolog di Fakultas Psikologi Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Ratna Yunita Setiyani Subardjo mengungkapkan beberapa gejala pada pria dan wanita yang memasuki usia 40 tahun dan sering disebut sebagai puber kedua, di antaranya:
1. Gejala puber kedua pada wanita secara psikologis
Menstruasi terganggu atau berhenti (menopause)
Kestabilan emosi sering terganggu
Mengalami pusing, lesu, dan kurang bergairah
Timbunan lemak menyusut sehingga kulit mulai keriput
Buah dada mulai berubah bentuk
Rambut mulai memutih.
- Enggan tampil tua
- Mulai memperhatikan penampilan dan keindahan tubuh
- Bergaya seperti anak muda dengan rambut disemir atau bergaya gaul
- Memodifikasi mobilnya dengan gaya kekinian
- Suka berpetualang, seperti naik motor jarak jauh dan rajin beraktivitas
- Semakin mahir bernegosiasi, serta maju bisnis maupun karirnya.
Sementara itu, spesialis obgyn RSIA Anugerah Semarang Irwin Lamtota Lumbanraja mengatakan bahwa puber kedua juga berkaitan dengan psikologi seseorang.

Leave a comment