Meskipun tidak ada bukti ilmiah yang mendukung gagasan puber kedua, tapi bagi seseorang yang sedang dalam masa transisi, pubertas kedua bisa merujuk pada perubahan yang mereka alami selama perjalanan penegasan gender, baik karena terapi hormonal, pembedahan, maupun kombinasi keduanya.
Gejala puber kedua pada wanita
Pada wanita, itu terjadi setelah pubertas pertama dan sebelum menopause.
“Dapat dikatakan bahwa pubertas kedua menggambarkan perubahan hormonal signifikan yang dialami wanita antara masa pubertas dan menopause,” kata Indra.
Artinya, lanjut Indra, puber kedua pada sebagian besar wanita bisa terjadi kapan saja, baik di usia 20-an, 30-an, maupun 40-an.
Heboh Sesama Dokter Koas Selingkuh,Istri Kuak Chat: Kiss U Sampai Malam
Selama masa itu, puber kedua pada wanita ditandai dengan:
- Penuaan (aging)
- Tubuh terus berubah di usia 20-an dan memasuki usia 30-an
- Perubahan bentuk tubuh di usia 40-an.
Gejala puber kedua pada laki-laki
Sementara itu, gejala puber kedua pada laki-laki ditandai dengan perubahan fisik di usia 30-an.
“Ketika pria mencapai usia pertengahan 30-an, kadar testosteron secara bertahap menurun. Hal ini tidak akan menimbulkan tanda-tanda yang nyata,” terang Indra.
Menurutnya, gejala perubahan fisik pada laki-laki saat mengalami puber kedua di antaranya:
Siapkan dari Sekarang! Ini Tips Memilih Kebaya Untuk Peringatan Hari Kartini 2024
- Massa tulang dan otot yang mulai menurun
- Perubahan pada kulit yang ditandai dengan kemunculan bintik-bintik
- Perubahan warna pada rambut, seperti munculnya uban
- Tinggi badan menyusut
- Alat kelamin dan sistem reproduksi mengalami perubahan lebih lanjut
- Prostat mengalami lonjakan pertumbuhan lagi yang pada gilirannya dapat menyebabkan lebih banyak kesulitan buang air kecil
- Kesulitan mempertahankan ereksi akibat penurunan testosteron.
- Perubahan tersebut akan berlanjut hingga usia 40-an atau sering dikenal dengan “menopause pria”
“Menopause pria” dapat menyebabkan perubahan fisik, emosional, dan kognitif.
“Meskipun perubahan fisik mungkin lebih terlihat karena penurunan testosteron, kita mungkin menemukan perubahan pada penampilan fisik karena perubahan redistribusi lemak, lemak biasanya menumpuk di perut atau dada,” terang Indra.

Leave a comment