KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Hewan ternak yang bebas berkeliaran masih menjadi musuh bebuyutan bagi petani sawah. Pasalnya, tidak jarang konflik peternak dengan pemilik usaha sawah terjadi.
Konflik disebabkan ternak yang merusak tanaman padi maupun jagung milik petani. Konflik ternak ini dinilai belum memiliki solusi dalam penyelesaiannya.
Konflik ternak ini hampir terjadi disemua desa. Karena ternak yang dibiarkan berkeliaran dan masuk ke lahan sawah.
Baca Juga :
Meskipun, sudah ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur hewan ternak namun belum mampu menjawab persoalan yang terjadi.
Guna mendukung Perda tersebut, Pemdes juga menerbitka Peraturan Desa (Perdes) tentang hewan ternak.
Lagi-lagi, peraturan yang dibuat tidak mampu berbuat banyak guna mencegah konflik yang disebabkan oleh ternak.
Ternak yang kerap menimbulkan masalah yakni jenis kerbau dan sapi. Guna mendapat solusi yang baik, penyusunan draf peraturan perlu melibatkan kedua pihak.
“Akan ada baiknya jika draf peraturan ini melibatkan kedua pihak. Sehingga, sanksi maupun kewajiban masing-masing dapat dijalankan,” ungkap Musdianto (56).(yti)

One comment