Kesehatan | Nusantara Mails – Ketika memutuskan untuk menurunkan berat badan, orang mencari strategi yang memberikan hasil lebih cepat.
Namun, ada temuan mengambil cara yang lebih lambat lebih baik karena penurunan berat badan yang cepat berpotensi menghasilkan berat badan yang kembali naik dengan cepat pula.
Penelitian menjelaskan alasan penurunan berat badan dengan cara cepat tidak lebih baik dari yang lebih lama, seperti dilansir Medicaldaily.
Sebelum memutuskan program penurunan berat badan, penting untuk memahami bagaimana strategi ini bekerja dan mana yang lebih cocok dengan metabolisme setiap individu.
Penurunan berat badan lambat vs cepat
Strategi penurunan berat badan yang lebih lambat melibatkan proses dengan target-target kecil yang dapat dicapai secara bertahap dengan diet dan aktivitas fisik.
Baca Juga: Resmi Ditutup, 1.000 Kenangan Festival Gurita Kabupaten Kaur Tahun 2023
Dokter merekomendasikan ini berdasarkan konsep mengatur berat badan adalah komitmen seumur hidup.
Baca Juga: Belajar Outfit Wanita, Agar Penampilanmu Berkesan dan Full Gaya
Sedangkan strategi penurunan berat badan yang cepat melibatkan diet rendah kalori yang menghasilkan penurunan lebih dari 1 kilogram dalam seminggu.
Cara ini umumnya tidak direkomendasikan para ahli kesehatan. Penurunan berat badan yang cepat lebih menekankan pada memangkas kalori, membatasi waktu makan dan berpuasa daripada berolahraga.
Para ahli percaya saat melakukan diet cepat, seseorang kehilangan otot yang berfungsi membakar lemak serta memperlambat laju metabolisme sehingga ketika diet dihentikan dan ia kembali ke pola makan normal, tubuh membakar lebih sedikit kalori dan mulai menambah berat badan kembali. Ini disebut efek yoyo dari diet.
Halaman Berikutnya
Strategi Penurunan Berat Badan

2 comments