Skip to content

PUISI: Meski ku Diam, dalam Senja yang Memudar

 

Dalam hening yang merajut sepi,
Meski ku diam, kenangan tetap hadir.
Di relung hati yang tersembunyi,
Cerita kita melukiskan lukisan yang tak kunjung pudar.

Mau Memiliki Tubuh Seksi? Begini Tips Ampuhnya, Sudah Banyak yang Berhasil

Dalam aliran sungai waktu yang terus mengalir,
Meski ku diam, kenangan mengapung seperti daun.
Hati ini tetap mencari makna,
Di setiap detik yang tercipta dalam sunyi.

 

Meski ku diam, tapi puisi ini bicara,
Tentang perasaan yang terkunci dalam kata.
Dalam kelamnya malam, atau dalam cahaya pagi,
Meski ku diam, cinta kita tetap abadi.

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan