Skip to content

Puisi : Dana Desa, Cinta Yang Terlarang, Kau Hadir Bak Kekasih Lama Yang Dinanti

Puisi Cinta Dana Desa

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Kau datang, Dana Desa, seperti kekasih lama yang tiba di senja, membawa janji, harapan, dan sedikit dusta, dalam amplop kebijakan yang beraroma kuasa.

Kami menyambutmu dengan doa dan rapat, dengan notulen yang penuh harapan hangat, namun di sela tanda tangan dan materai basah, ada getar rasa takut — cinta ini bisa berubah arah.

Kau mestinya suci,
membangun jalan, jembatan, dan mimpi, tapi di tangan yang salah kau jadi candu, dibelai mesra di bawah meja, tanpa malu.

Ah, Dana Desa, cinta yang terlarang,
tak semua yang mencintaimu berniat tulus dan terang, ada yang mencatat namamu dalam proyek fiktif, ada pula yang menjualmu dalam rapat yang manipulatif.

Baca Juga : 

Bupati Kaur Pantau Rehab Tugu Mungkus Di Perbatasan Antar Kabupaten

Namun di setiap desa yang masih jujur menanam, namamu jadi berkah yang benar-benar menyejukkan, jadi air di sawah, jadi lampu di malam, jadi bukti: cinta tak harus haram bila dijaga dengan iman.

Maka, datanglah lagi, wahai Dana Desa, tapi jangan seperti kekasih yang pandai menggoda,
datanglah sebagai sahabat pembangunan yang nyata,
bukan cinta terlarang yang membuat nurani buta.(**)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan