KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Dalam sistem pemerintahan desa, Panitia Pengelola Keuangan Desa (PPKD) seharusnya menjadi garda utama dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran desa.
Namun, di banyak tempat, posisi strategis ini justru terjebak dalam dilema: diberi tanggung jawab besar, tetapi tidak memiliki kendali penuh terhadap kebijakan keuangan yang mereka kelola.
PPKD sering kali hanya menjadi pelaksana teknis, bukan pengambil keputusan. Dalam praktiknya, semua kebijakan anggaran lebih banyak ditentukan oleh kepala desa atau perangkat tertentu yang memiliki otoritas formal.
Padahal, sesuai regulasi, PPKD bertugas membantu kepala desa dalam melaksanakan pengelolaan keuangan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan hingga pelaporan.
Namun apa jadinya jika peran “membantu” itu bergeser menjadi sekadar “mengikuti”?
Tak jarang, PPKD hanya diminta menandatangani dokumen yang sudah disiapkan tanpa benar-benar dilibatkan dalam pembahasan atau analisis teknis.
Ketika terjadi kesalahan administrasi atau penyimpangan penggunaan anggaran, merekalah yang pertama dimintai pertanggungjawaban.
Baca Juga :
Tanggung jawab tanpa kuasa inilah yang menjadikan posisi PPKD sangat rentan. Mereka harus menanggung risiko hukum dan moral atas keputusan yang mungkin tidak mereka buat.
Dalam banyak kasus, PPKD juga kerap dihadapkan pada tekanan politik internal atau intervensi dari pihak luar yang memiliki kepentingan tertentu terhadap proyek desa.
Fenomena ini menunjukkan adanya ketimpangan antara tanggung jawab dan kewenangan di tubuh pemerintahan desa.
Idealnya, pengelola keuangan desa diberi ruang untuk bersikap independen dan profesional dalam menjalankan fungsi kontrol dan akuntansi publik.
Tanpa itu, PPKD akan terus menjadi simbol ironi birokrasi di tingkat desa — pengelola tanpa kendali, penanggung jawab tanpa kuasa.
Dan selama sistem ini dibiarkan, akuntabilitas keuangan desa hanya akan menjadi slogan tanpa makna, sementara integritas aparatur desa terkikis oleh praktik yang tak sehat.(yti)

One comment