KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Ironis tapi nyata, jabatan perangkat desa yang dulu sering dipandang sebelah mata kini justru menjadi posisi yang banyak diincar. Dari jabatan kepala urusan (kaur), kepala seksi (kasi), hingga kepala dusun (kadus), semua seakan jadi rebutan ketika ada kekosongan di struktur pemerintahan desa.
Padahal, jika ditelisik ke belakang, tak sedikit masyarakat yang dulu menilai pekerjaan perangkat desa hanya sebatas “pelayan administrasi” dengan beban kerja tinggi dan tunjangan yang kecil.
Namun, seiring meningkatnya dana desa dan kompleksitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa, posisi perangkat desa kini punya nilai strategis tersendiri.
Selain memiliki status sebagai bagian dari aparatur pemerintah, perangkat desa juga menerima penghasilan tetap (Siltap) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Belum lagi tambahan tunjangan dari Alokasi Dana Desa (ADD) serta jaminan sosial seperti BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Baca Juga :
“Dulu dianggap jabatan kecil, sekarang semua mau jadi perangkat desa. Ini bukti bahwa kesadaran akan pentingnya peran desa sudah meningkat,” ujar salah satu warga di Kecamatan Tanjung Kemuning, Rabu (5/11/2025).
Fenomena ini juga menandakan perubahan cara pandang masyarakat terhadap desa. Pemerintah pusat telah memberikan kewenangan luas kepada desa dalam mengatur dan mengelola pembangunan, termasuk dalam urusan administrasi, pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat.
Namun di sisi lain, meningkatnya minat terhadap jabatan perangkat desa juga menimbulkan dinamika baru. Tak jarang muncul gesekan antarwarga karena perbedaan dukungan, bahkan sampai ke ranah politik desa.
“Menjadi perangkat desa itu bukan sekadar soal gaji, tapi juga tanggung jawab dan integritas. Jangan sampai jabatan ini hanya dilihat sebagai peluang ekonomi,” kata seorang tokoh masyarakat diwilayah ini.
Pada akhirnya, perangkat desa adalah tulang punggung pemerintahan di tingkat paling bawah. Mereka berperan langsung dalam menjalankan kebijakan, menyalurkan bantuan, dan melayani masyarakat.
Maka tak heran jika kini, jabatan yang dulu sering diremehkan, justru jadi rebutan banyak orang.(yti)

Leave a comment