Kanker ini awalnya menyerang lapisan saluran susu, hingga kemudian menyebar dengan cepat ke bagian lainnya. Tanda awal penyakit ini yang harus Anda cermati, yaitu munculnya benjolan pada payudara.
2. Kanker serviks
Kanker serviks atau leher rahim adalah jenis kanker lain yang masih menjadi perbincangan sebagai salah satu isu kesehatan wanita.
Jenis kanker ini berkembang dengan cepat, sehingga menumbuhkan tumor ganas di bagian leher rahim.
Dr. Flavia Bustreo, asisten direktur bagi kesehatan keluarga, wanita, dan anak-anak di WHO, mengungkapkan bahwa angka kesehatan dunia melaporkan ada sekitar setengah juta wanita yang meninggal karena kanker serviks.
Angka kematian ini sebagian besar terjadi di negara-negara berkembang.
Itu sebabnya, pemeriksaan kesehatan wanita perlu dilakukan sedini mungkin guna mendeteksi kemungkinan adanya pertumbuhan sel-sel kanker pada payudara, ovarium, atau leher rahim. Bagi Dr. Bustreo, ini merupakan salah satu kunci menjaga hidup tetap sehat bagi wanita.
3. Stres dan depresi
Menurut survei terbaru dari American Psychological Association, stres termasuk masalah kesehatan wanita yang paling sering terjadi.
Dalam kasus yang lebih parah, stres pada wanita ini dapat berkembang menjadi depresi.
National Center for Health Statistics menuturkan bahwa wanita berisiko dua kali lebih besar untuk mengalami depresi daripada pria. Artinya, ini merupakan penyakit yang lebih sering menyerang wanita ketimbang pria.
Deborah Serani, PsyD, seorang penulis buku Depression in Later Life, berpendapat bahwa kondisi biologis tubuh wanita yang membuatnya lebih rentan terkena depresi.
Faktor perubahan hormon dalam tubuh yang terjadi setiap bulannya, setelah melahirkan, serta sebelum dan usai menopause yang berperan dalam meningkatkan stres dan depresi pada wanita.
4. Kesehatan reproduksi
Perbedaan anatomi, bentuk, serta organ reproduksi pada wanita jadi salah satu alasan mengapa masalah kesehatan kaum hawa sering jadi perbincangan.
Misalnya, tidak sedikit wanita yang mengeluhkan beberapa gejala saat tamu bulanannya datang, darah haid yang lebih sedikit daripada biasanya, hingga jadwal haid yang berubah-ubah.
Mengutip dari laman WHO, masalah reproduksi dan kesehatan s*ks*al mengambil sepertiga tempat dari seluruh isu kesehatan wanita pada usia 15-44 tahun.
S*ks yang tidak aman menempati faktor risiko utama terhadap penyakit menular s*ks*al pada wanita ini.
Selain itu, kodrat wanita untuk mengandung dan melahirkan juga membuatnya rentan terserang masalah kesehatan, baik di area reproduksi atau hingga menyebar ke bagian tubuh lainnya.
5. Masalah pascamelahirkan
Perubahan fisik maupun hormonal yang dialami selama kehamilan dapat berdampak pada masalah kesehatan wanita, seperti tekanan darah tinggi dan kekurangan zat besi.
Oleh karena itu, selama kehamilan, dokter akan melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh agar kesehatan ibu dan janin terjamin.
Dokter juga biasanya menyarankan untuk memastikan ibu hamil memiliki nutrisi yang cukup dan melakukan tindakan pencegahan dengan mendapatkan imunisasi yang sesuai.
6. Osteoporosis
Osteoporosis adalah penyakit yang menyebabkan tulang Anda melemah, sehingga rentan terhadap patah tulang.
Wanita pasca menopause berada pada risiko yang lebih tinggi untuk mengalami patah tulang karena osteoporosis.

2 comments