Skip to content

Mengapa Bendera Putih Menjadi Simbol Saat Menyerah, Ini Sejarahnya

NUSANTARAMAILS.COM – Di berbagai film perang, kita sering lihat adegan dramatis: sekelompok pasukan kehabisan amunisi, lalu salah satu dari mereka mengangkat kain putih sebagai tanda menyerah. Tapi, kenapa harus warna putih? Kenapa bukan merah, kuning, atau bahkan hitam?

Ternyata, penggunaan bendera putih sebagai simbol menyerah sudah berlangsung sejak abad ke-2 Masehi, lho. Menurut Encyclopaedia Britannica, pasukan Dinasti Han di Tiongkok menggunakan kain putih saat mereka ingin menyatakan niat damai kepada lawan.

Baca Juga : 

Quick Respon, Wabup Tinjau Jembatan Gantung Di Kecamatan Luas Yang Dikeluhkan Warga

Warna putih dipilih karena mudah terlihat dari kejauhan dan kontras dengan warna medan perang yang biasanya gelap dan berdebu.

Tradisi ini kemudian menyebar ke dunia Barat. Dalam catatan Romawi abad ke-1, penulis Plutarch mencatat bahwa musuh-musuh Romawi pernah melambaikan cabang pohon zaitun dan kain putih sebagai tanda mereka tidak ingin bertempur.

Dalam jurnal militer modern, warna putih dianggap netral dan tidak menakutkan, sehingga cocok sebagai simbol niat damai.

Namun menariknya, tidak semua budaya memaknai putih sebagai damai. Di beberapa budaya Asia dan Afrika, putih justru melambangkan kematian atau duka.

Tapi dalam konteks militer internasional, warna ini kemudian distandarkan sebagai simbol universal: “Kami menyerah. Jangan tembak.”

Konvensi Jenewa pada abad ke-20 juga menguatkan hal ini: bendera putih adalah tanda resmi permintaan gencatan senjata atau negosiasi damai, dan penembakan terhadap orang yang mengibarkannya bisa dianggap kejahatan perang.

Jadi, lain kali kamu lihat bendera putih di film atau sejarah perang, kamu sedang menyaksikan warisan budaya ribuan tahun yang menyelamatkan banyak nyawa.(**)

Article topics

One comment

Tinggalkan Balasan