Informasi terakhir, masyarakat tetap meminta aktivitas pembuatan jalan perencanaan penambangan tersebut dihentikan. “Dana Rp 50 juta diterima atau tidak aktivitas tetap berlanjut”.
Selanjutnya, dari keresahan akan kegiatan yang tak kunjung stop tersebut akhirnya menyulut amarah masyarakat yang berapi-api. Sehingga secara spontanitas terjadilah pembakaran kendaraan di lokasi pembuatan jalan perencanaan penambangan tersebut.
Sementara itu, dari pihak Perusahaan berinisial “N” ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp, Sabtu 2 September 2023 membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya peristiwa berawal dari belum ada kesepakatan mengenai kompensasi permintaan masyarakat Rp 5.000.000 / KK, namun dipenuhi oleh pihak PT Rp 50.000.000 / bln dari jumlah 1300 KK di desa Paldas.
“Masyarakat yang menolak sehingga membakar 2 unit mobil yakni 1 unit Dump Truk dan 1 unit mobil Double Cabin,” tutupnya.
Penolakan warga atas tambang batu bara ini terus berlanjut. Warga tetap menolak aktivitas tambang batu bara di desa mereka.(yti/SMSI Banyuasin)

3 comments