2. Perencanaan
Tahap kedua, yaitu guru menyusun perencanaan mengenai proses pembelajaran yang akan dilakukan selama periode tahun ajar sesuai dengan hasil asesmen diagnostik. Selain itu, guru juga bisa mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kemampuan mereka supaya pembelajaran dapat lebih tepat sasaran.
3. Pembelajaran
Setelah dilakukan asesmen dan perencanaan, maka tahap terakhir yaitu pembelajaran. Selama masa pembelajaran, guru tidak hanya akan melaksanakan sesuai perencanaan, namun juga melakukan asesmen formatif secara berkala.
Hal ini bertujuan agar guru bisa mengetahui seperti apa progress pembelajaran siswa dan menyesuaikan metode pembelajaran jika diperlukan. Pada akhir proses pembelajaran, guru dapat melakukan asesmen sumatif sebagai proses evaluasi ketercapaian tujuan pembelajaran.
Baca Juga: Tips Membersihkan Wajah Secara Benar dengan Hasil Terbaik
Pemakaian ChatGPT dalam Pembelajaran Siswa
Dunia pendidikan saat ini tidak hanya dihadapkan dengan kurikulum baru, namun juga dihadapkan dengan berbagai teknologi baru yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran, salah satunya yaitu ChatGPT (Generative Pre-trained Transformer).
ChatGPT merupakan software berteknologi AI yang dapat digunakan untuk membantu manusia dalam mengerjakan beragam aktivitas sehari-hari mereka, termasuk kegiatan belajar mengajar. Guru bisa memanfaatkan aplikasi ini untuk membuat pembelajaran di sekolah lebih menarik dan interaktif.
Meskipun ChatGPT dapat membantu siswa belajar, namun perlu diketahui bahwa penggunaannya juga memiliki risiko, seperti keamanan data dan risiko bias. Oleh karena itu, penggunaan ChatGPT dalam pendidikan sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan guru agar tetap bijak dan bertanggung jawab.
Jelajah Ilmu sebagai Solusi Pembelajaran Siswa
Dalam penerapan Kurikulum Merdeka Belajar, diperlukan suatu platform pendidikan yang mumpuni agar kegiatan belajar mengajar dapat selaras dengan kebutuhan pendidikan era modern. Salah satu platform pendidikan terbaik yang bisa digunakan yaitu jelajah Ilmu. Jelajah Ilmu merupakan platform pendidikan yang dapat membantu para guru untuk menciptakan pengalaman belajar yang paling efektif dan mudah bagi siswa.
Jelajah Ilmu dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran secara hybrid. Misalnya guru memberikan materi pembelajaran secara offline di sekolah, kemudian guru dapat memberi tugas secara online melalui platform.
Baca Juga: Sering Sakit Kepala Berdenyut (Migrain), Ketahui Penyebab dan Cara Mudah Menyembuhkannya
Kemudian, pengumpulan tugas pun juga dapat dilakukan secara online sehingga tugas yang diberikan dapat terdokumentasi dengan baik. Selain itu, guru juga bisa membuat lembar ujian dengan skema penilaian yang akurat pada platform Jelajah Ilmu, sehingga ujian juga bisa dilaksanakan secara online tanpa perlu mencetak soal ujian pada kertas.

Leave a comment