KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Semakin dekat hari pemungutan suara, semakin ramai perdebatan dan kritik oleh masyarakat terkait program dan capaian kinerja pemerintah sebelumnya maupun yang baru akan dilaksanakan.
Kritik keras dan debat mewarnai berbagai perbincangan, baik secara langsung maupun di Media Sosial (Medsos) atau dalam obrolan Whatsapp Group (WAG).
Dalam dunia politik tidak lepas dari kritik maupun debat. Namun, harus tetap dalam koridor membangun dan saling mengunggulkan program.
Baca Juga :
Didukung Mahasiswa BJB, Gusril Pausi Siap Berkomitmen Kembangkan Generasi Z
“Kritik dan debat boleh dan sah-sah saja, caci maki jangan serta solusi itu wajib. Dengan begitu, kehidupan politik akan semakin langgeng. Masyarakatpun akan tetap tenang serta mampu menilai dengan mata hatinya,” ujar Widarto, SH, Jumat (18/10/2024).
Debat politik merupakan bagian dari seni demokrasi. Sayangnya, debat kerap kebablasan menjadi caci maki dan saling menjatuhkan. Padahal, tujuan debat bukan seperti itu.
Oleh sebab itu, kritik maupun debat harus dikemas pada substansi yang tepat dan mengarah pada edukasi masyarakat. Para elit politik maupun para pakar politik harus mampu menjaga debat yang lebih berkualitas.
“Kepada para pakar politik lokal hendaknya dapat menjaga debat yang sehat. Hasil perdebatan ada solusi untuk lebih baik. Jangan biarkan masyarakat terombang-ambing dengan ketidakjelasan debat,” pungkasnya.(yti)

2 comments