KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Jelang tanggal 22 Oktober 2023, 11 desa di Kabupaten Kaur mulai merasa “gagup” (cemas, red). Pasalnya, 11 desa ini menggelar pemungutan suara Calon Kades (Cakades).
Rasa gagup bukan hanya dirasakan oleh Cakades, namun juga sangat dirasakan masyarakat dan para team pemenangan Cakades.
Rasa cemas mendalam terlihat jelas diraut wajah Cakades dan pendukungnya. Peta basis dukungan suara bak putaran bursa saham.
Berputar kencang, belum ada kata pasti apalagi final dan mengikat. Semua masih berpotensi berubahbarah hingga masyarakat menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Cakades berputar, mencari celah guna mendapat simpati masyarakat. Ada pula yang menggunakan trik buang bola ke luar lapangan.
Baca Juga :
Belum Laksanakan Putusan Hakim, PTUN Surati Pemda Kaur Soal Gugatan SK Kades Beriang Tinggi
“Kalau siap menang itu pasti, namun siap kalah ini yang belum terjamin. Meskipun secara terbuka di deklarasikan dihadapan umum. Tidak menutup kemungkinan ada Cakades kalah nanti langsung urus surat pindah domisili,” ungkap pengamat Pilkades, Joko Warsono (58) warga Kecamatan Tanjung Kemuning, Jumat (6/10/2023).
Semakin dekat dengan tanggal 22 Oktober, semakin terasa denyut jantung di dada. Rasa optimis dan tidak yakin akan perolehan suara membayang di pelupuk mata.
“Apapun hasilnya, harus diterima lapang dada. Jangan ada perselisihan yang akan membuat renggang silaturrahmi,” paparnya.(yti)

3 comments