Semula, pemerintah sempat menolak keinginan membuat ruang parkir dua lantai di bawah tanah halaman masjid. Apalagi kemudian diusulkan juga untuk membangun terowongan yang sangat simbolik sifatnya, karena menyiratkan jalinan persaudaraan serta silaturahmi yang harmoni antara umat beragama di Indonesia. Hingga akhirnya, keengganan pemerintah karena pertimbangan dana untuk membangun semua itu cukup besar — sekitar 40 milyar rupiah — rincian perkiraan biaya ketika itu, namun berkat lobby yang gigih dan alasan yang cukup jenial langsung oleh Imam Besar Masjid Istiqlal sendiri, akhirnya ruang parkir dua lantai di bawah tanah halaman masjid serta terowongan yang sangat simbolik bernama silaturahmi itu disetujui juga. Dan dalam waktu dekat — insyaallah pada bulan Agustus 2024 — bertepatan dengan rencana kedatangan Puas itu kelak akan diresmikan. Dan yang tidak kalah penting, tamu dan undangan maupun jemaat yang akan datang ke Katedral pun dapat memanfaatkan ruang parkir di bawah tanah halaman Masjid Istiqlal yang cukup luas itu. Dan gagasan membangun ruang parkir yang cukup luas berlantai dua di halaman bawah tanah ini, karena prihatin terhadap kendaraan yang membludak parkir di sepanjang jalan antara Katedral dan Masjid Istiqlal itu dulu, sebelum ruang parkir dua lantai di bawah tanah itu di bangun.
Jangan lewatkan :
Cegah Stunting, Pemdes Padang Kedondong Salurkan Bantuan Susu Formula Untuk Balita dan Ibu Hamil
Untuk mempercepat proses finishing dari ruang parkir dan terowongan silaturahmi ini — yang sarat dengan simbolik profetik yang religius — usai acara dialog yang disampul dengan do’a dalam bahasa bumi oleh Sri Eko Sriyanto Galgendu, selaku Pemimpin Spiritual Nusantara. Usai acara dialog, Nazarudin Umar langsung menggiring semua tamu yang hadir untuk melihat bangunan terowongan silaturahmi itu yang belum sepenuhnya rampung dipoles seni dan tata ruang serta interiornya agar dapat pula menjadi obyek wisata religius yang bisa mendekatkan para pengunjungnya kepada Tuhan. Sebab hanya dengan begitu, gerakan kebangkitan kesadaran dan pemahaman spiritual bisa ikut menjadi pelindung bangsa dan negara agar tidak tergelincir ke dalam jurang yang bisa meluluh lantakkan tata kehidupan berbangsa, bernegara dan berbudaya serta menjalankan tuntunan beragama secara benar dan juga menyenangkan bagi orang banyak.(**)
Katedral, 14 Maret 2024

Leave a comment