“Serangan DDoS yang dipicu oleh hacktivisme semakin meningkat, terutama terkait dengan konflik geopolitik. Ancaman ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2025,” ungkap Reuben.
Solusi Anti-DDoS Berbasis Perilaku
Untuk menghadapi lonjakan serangan DDoS, Akamai telah meluncurkan teknologi anti-DDoS berbasis perilaku dalam firewall aplikasi web. Teknologi ini mampu membedakan lalu lintas yang sah dan serangan siber, memastikan bahwa layanan tetap berjalan meskipun ada lonjakan traffic yang mencurigakan.
“Sistem ini sangat penting bagi e-commerce, terutama saat peluncuran produk baru. Tanpa perlindungan yang tepat, lonjakan traffic bisa disalahartikan sebagai serangan dan menyebabkan pelanggan kehilangan akses,” tutupnya.
Dengan semakin kompleksnya ancaman siber, organisasi di Indonesia perlu meningkatkan sistem keamanan mereka guna melindungi infrastruktur digital dan menjaga keberlangsungan bisnis dalam ekosistem ekonomi digital yang terus berkembang.

Leave a comment