Skip to content

Indonesia Alami Lonjakan Serangan DDoS di Tengah Pesatnya Digitalisasi Ekonomi

Ilustrasi Serangan DDos
Ilustrasi Serangan DDos

Nusantara Mails – Seiring dengan pertumbuhan pesat ekonomi digital, Indonesia menjadi target utama serangan Distributed Denial of Service (DDoS). Menurut laporan terbaru Akamai, jumlah serangan DDoS di kawasan Asia Pasifik & Jepang (APJ) meningkat enam kali lipat pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Lonjakan Serangan DDoS di Asia Pasifik & Jepang

Reuben Koh, Director of Security Technology & Strategy Akamai untuk wilayah Asia Pasifik dan Jepang, mengungkapkan bahwa kawasan APJ kini menjadi wilayah kedua dengan jumlah serangan DDoS Layer 7 terbanyak di dunia, melampaui Eropa dan Timur Tengah.

“Pada Januari 2023, jumlah serangan DDoS L7 di APJ mencapai 50 miliar. Namun, dalam riset terbaru yang selesai pada Juni 2024, jumlah serangan melonjak hingga 450 miliar,” jelasnya.

Singapura tetap menjadi sasaran utama dengan 2,9 triliun serangan dalam 18 bulan terakhir. Namun, Indonesia mulai menempati posisi keempat dengan 260 miliar serangan, menunjukkan meningkatnya ancaman bagi organisasi dalam negeri.

 

Sektor E-Commerce dan Keuangan Jadi Target Utama

Sektor e-commerce dan layanan keuangan menjadi dua industri yang paling terdampak oleh serangan DDoS di Indonesia. Keduanya berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital namun juga menjadi sasaran utama serangan siber.

“Transaksi keuangan digital yang besar menjadi daya tarik bagi para peretas. Selain itu, pesatnya transformasi digital memperbesar ‘permukaan serangan’, sehingga lebih banyak aplikasi dan layanan yang rentan terhadap serangan,” ujar Reuben Koh.

 

Ancaman DDoS Makin Kompleks dan Didukung AI

Serangan DDoS Layer 7 semakin kompleks dan kini melibatkan multi vektor, di mana berbagai bagian sistem diserang secara bersamaan. Pendekatan tradisional dalam menangkal serangan ini menjadi kurang efektif.

Teknik Analisis Pasar Crypto: Panduan untuk Investor

“AI kini digunakan oleh penyerang untuk menemukan celah keamanan dengan lebih cepat, terutama pada sistem yang belum diperbarui atau memiliki kelemahan tertentu,” tambahnya.

 

Faktor Geopolitik dan Hacktivisme Memicu Serangan

Selain faktor ekonomi, serangan DDoS juga didorong oleh ketegangan geopolitik dan aktivitas hacktivisme. Infrastruktur kritis seperti transportasi dan keuangan sering menjadi target utama serangan.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan