Skip to content

Hadirkan Gus Nijah, Satgaswil Densus 88 AT Seminar Kolaboratif Cegah Radikalisme di UIN FS Bengkulu

Satgaswil Densus 88 AT gelar seminar nasional bersama Kesbangpol di UIN FS Bengkulu.

“Demontrasi di Jakarta maupun di beberapa tempat sejak tahun 2014 sapai dengan Agustua 2025 yang membuat Ricuh atau membuat siatuasi tidak terkendali yaitu disebabkan oleh Kelompok Anarko, karena kelompok Anarko tersebut Benci terhasap Pemerintah anti terhadap struktur dan anti terhadap Kemapanan. Ideologi kelompok Anarko tersebit adalah Ideologi Kiri,” sampainya.

Lebih lanjut, Gus Najih menyampaikan, radikalisme ini ada yang pra dan paska, Pranya adalah Intoleran dan paskanya adalah Pelaku Teror.

“Terorisme hampir ada di semua Agama, kita di Indonesia mayoritas agama Islam, dan kelompok teror di Imdonesi mengatasnakan Agama Islam, di negara lain seperti Amerika berkembang kelompok-kelompok Radikal yang mengatas namakan Agama Kristen dan begitu pula di negara lain,” ucapnya.

Sementara itu, di Bengkulu sudah beberapa kali penangkapan terhadap kasus terorisme, jadi ketika tidak ada peristiwa Teror bukan berarti ancamanya tidak ada.

Tetapi aparat keamananan berhasil melakukan pengamanan sebelum kejadian itu terjadi, karena di Bengkulu ini puluhan Pelaku Teror sudah di tangkap dari kelompok JI maupun JAD yang seperti ini tidak boleh bertambah banyak.

“Polisi atau Densus 88 hanya dilatihkan untuk melakukan penegakan hukum, tetapi melakukan pencegahan menyebarkan pemahaman yang moderat dan menyebarkan ajaran Islam rahmatan lil alamin yang mengerti dalil Al-Quran, mengeri hadisnya, dan hukumnya yaitu Dosen dan Mahasiswa dari UIN,” imbuhnya.

“Apakah Bendera Tauhid itu ada di Agama Islam? Apakah Alquran ada menyebut Bendera Tauhid apakah Hadis ada menyebutkan tentang Bendera Tauhid? tentunya tidak, Islam itu potokannya Alquran dan Sunnah/hadis, Semua kelompok Isis yang berkembang di Surya semuanya meng klaim Bendera mereka adalah Bendera Tauhid. Kelompok Radikalisme-Terorisme menjanjikan jika menegakkan sistem Khilafah di suatu negara akan bisa menyelesaikan suatu masalah, dan contohnya negara yang sudah berdirinya Khilafah yang dulunya makmur dan sekarang hancur. Kita harus menguatkan wawasan keagamaan. Radikal terjadi bukan karena orang taat beragama tetapi Radikalisme itu tumbuh karena kedangkalan beragama. Apabila orang yang luas pemahaman tentang agama tidak bakal terjangkit Radikal karena Agama itu pasti mengajar tentang kebaikan, dan itu tegas sekali dalam Al-Quran,” ujarnya.

Gus Najih mengajak semua lapisan masyarakat harus meningkatkan wawasan kebangsaan supaya kita tidak mudah terprovokasi terhadap propaganda-propaganda dari kelompok Radikal. Wawasan sosial dan Politik kita harus perkuat, misalnya piagam jakarta seperti apa, pancasila jangan bingung kalo ada yang Kontradisikan antara negara dan agama.

Article topics

2 comments

Tinggalkan Balasan