“Langkah efisiensi ini harus disusun secara terukur dan berbasis data. Kita menggunakan pengalaman pengaturan mobilitas masa pandemi untuk menyelamatkan konsumsi energi nasional,” tegas Pratikno dalam keterangan resminya dikutip fajarsulsel.
Pratikno menambahkan, pembelajaran tidak sepenuhnya dilakukan secara daring.
“Untuk menjaga kualitas pendidikan kegiatan pembelajaran yang bersifat praktikum tetap diarahkan berlangsung secara tatap muka,” kata Pratikno.
Kebijakan ini diambil bukan karena faktor kesehatan, melainkan sebagai respons terhadap tekanan krisis energi global. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah disebut berdampak pada pasokan energi dunia, sehingga pemerintah perlu melakukan langkah antisipatif.
Mulai April 2026, kebijakan ini akan diterapkan melalui beberapa strategi utama yang memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari, di antaranya :
1. ASN kembali menjalankan sistem WFA untuk mengurangi mobilitas dan penggunaan kendaraan.
2. Sistem pembelajaran menerapkan kombinasi daring dan luring, dengan teori dilakukan secara online dan praktik tetap tatap muka.
3. Penguatan layanan publik berbasis digital agar tetap berjalan optimal.
4. Pembatasan perjalanan dinas, hanya untuk kepentingan mendesak.
5. Efisiensi penggunaan energi di gedung perkantoran pemerintah.
6. Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah pendukung seperti optimalisasi platform digital dan pengurangan operasional kantor.
7. Penyesuaian metode belajar akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenjang pendidikan.

One comment