KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Dermaga Linau Kecamatan Maje Kabupaten Kaur memiliki potensi menjadi pelabuhan penyangga di Provinsi Bengkulu yang bernilai ekonomi tinggi. Betapa tidak, daerah ini bisa berkembang pesat seiring beroperasinya pelabuhan.
Pelabuhan ini bisa menjadi jalur ekpsor cangkang kelapa sawit, Crude Palm Oil (CPO) maupun batu bara dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Bahkan, pelabuhan ini menjadi akses transportasi laut bagi alat berat yang diangkut menggunakan kapal.
Pelabuhan ini dapat menyerap tenaga kerja serta membuka peluang usaha kreatif masyarakat sekitar. Selain itu, pelabuhan ini juga dapat menjadi akses transit Bahan Bakar Minyak (BBM) di Provinsi Bengkulu ketika pelabuhan utama Pulau Baai terjadi pendangkalan.
Untuk batu bara, dapat didukung dengan pembangunan rel kereta api yang menghubungkan Sumsel-Kaur. Pelabuhan Linau bukan hanya sebagai penyangga, namun juga dapat berkembang menjadi pelabuhan Tanjung Priok pusat peti kemas.
Baca Juga :
Audiensi ke Bawaslu, GP Ansor Dorong Bawaslu Bersikap Netral dan Bebas Intervensi
Bahkan, tidak menutup kemungkinan pelabuhan Linau dapat menjelma sebagai pelabuhan yang menjadi akses transportasi antar pulau di Indonesia yang mengangkut penumpang.
“Pemerintah bisa memulai untuk melakukan survei ataupun penelitian kondisi laut secara langsung untuk perencanaan pembangunan pelabuhan penyangga. Dengan pelabuhan penyangga ini biaya ekspor barang lewat jalur laut akan lebih murah,” ungkap salah seorang warga setempat, Suryadi (46).
DPRD Kaur bisa mendorong pemerintah daerah, provinsi maupun pusat untuk pengembangan pelabuhan penyangga di perairan Linau tersebut.
Potensi ekonomi yang bagus dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), bahkan provinsi juga dapat menerima pajak pelabuhan.(yti)

One comment