Skip to content

Cinta Itu Butuh Kejujuran, Begitu Pula Dana Desa : Jika Salah Satu Disembunyikan Maka Bukan Hanya Satu Hati Yang Sakit Tapi Satu Desa Tersakiti

Cibta desa

KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Dalam kehidupan, kejujuran sering kali menjadi fondasi dari setiap hubungan—baik antara dua insan yang saling mencinta, maupun antara pemerintah desa dan masyarakatnya.

Tanpa kejujuran, cinta berubah menjadi kepura-puraan. Begitu pula pengelolaan Dana Desa, tanpa transparansi dan keterbukaan, pembangunan hanya menjadi cerita indah di atas kertas.

Banyak desa di Indonesia kini mulai sadar bahwa pengelolaan Dana Desa bukan sekadar soal administrasi dan laporan keuangan.

Ia adalah bentuk cinta nyata pemerintah desa kepada rakyatnya. Saat kepala desa, perangkat, dan tim pengelola mampu bersikap jujur dan terbuka, masyarakat akan merasa dipercaya dan dilibatkan.

Namun, ketika ada yang disembunyikan—baik anggaran, kegiatan, maupun hasil pembangunan—maka luka itu bukan hanya dirasakan oleh satu orang, tapi oleh satu desa.

Baca Juga : 

Potensi Ekonomi Sektor Kelautan Kabupaten Kaur Luar Biasa

Kejujuran dalam cinta dan kejujuran dalam pengelolaan Dana Desa sama-sama diuji oleh godaan. Ada godaan untuk menutupi kesalahan, ada dorongan untuk mencari keuntungan pribadi, ada rasa takut kehilangan kepercayaan.

Namun, sesungguhnya yang paling menyakitkan adalah kehilangan kepercayaan karena kebohongan yang terus disembunyikan.

Dana Desa sejatinya lahir dari semangat desentralisasi dan keadilan pembangunan. Uangnya berasal dari rakyat, untuk rakyat, dan harus kembali kepada rakyat.

Maka, setiap rupiah yang digunakan mesti bisa dipertanggungjawabkan. Bukan hanya kepada lembaga pengawas, tapi juga kepada masyarakat sebagai pemilik sah dana itu.

Transparansi bukan hanya soal menempelkan papan informasi proyek di pinggir jalan. Ia adalah soal keterbukaan niat, komunikasi, dan tanggung jawab moral.

Pemerintah desa yang jujur tidak takut ditanya, karena yang dilakukan sesuai aturan. Masyarakat yang cerdas tidak menuduh tanpa dasar, karena mereka dilibatkan dalam setiap proses.

Jika kejujuran dijaga, cinta tumbuh. Jika transparansi dijalankan, pembangunan berkelanjutan akan hidup. Tapi jika keduanya dikhianati, maka seperti cinta yang hancur karena kebohongan, desa pun bisa retak karena ketidakpercayaan.

Karena itu, dalam cinta dan dalam Dana Desa, prinsipnya sama : jangan pernah sembunyikan kebenaran. Sebab ketika satu hati atau satu rupiah disembunyikan, bukan hanya satu orang yang sakit tapi satu desa yang tersakiti.(yti)

Article topics

2 comments

Tinggalkan Balasan