“Saksi masyarakat di lapangan (juga masih diperiksa) dan masih banyak lagi yang belum diperiksa dari mulai pengamanan sampai yang lainnya,” ujarnya.
Erlan juga menyampaikan, penyidik masih melakukan investigasi terkait meninggalnya seorang warga yang terkena tembakan. Ia mengatakan belum ada simpulan dari laboratorium forensik (labfor).
“Belum bisa kita pastikan, masih dilakukan uji balistik, kemudian hasilnya masih diproses labfor,” ucap dia.
Sejumlah pihak mengecam konflik yang menewaskan satu warga di wilayah PT HMBP, Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Sabtu.
Konflik antara aparat kepolisian dengan warga itu terjadi saat warga tengah melakukan aksi demonstrasi menuntut haknya pada perusahaan perkebunan sawit PT HMBP. Warga menuntut plasma sawit dan area lahan di luar HGU PT HMBP sejak 16 September lalu.
Insiden tersebut juga menyebabkan satu orang lainnya yang juga terkena tembakan masih kritis dan satu orang masih belum diketahui kondisi terbarunya sebab dilarikan ke rumah sakit.
Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari Sawit Watch, Save Our Borneo (SOB) dan Satya Bumi mendesak aparat keamanan agar dapat menghindari penggunaan kekerasan dan memprioritaskan dialog yang adil dan setara.
“Kepada para pihak untuk dapat menahan diri agar tidak semakin banyak korban dan kekerasan yang terjadi terus berlanjut,” kata mereka dalam keterangan tertulis, Senin (9/10).
Polda Kalteng serius menangani kasus ini. Polda Kalteng juga hati-hati dalam melakukan pemeriksaan terhadap anggota polisi maupun masyarakat.
Sebelumnya, Kapolda Kalteng menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban tragedi Seruyan. Pihak akan terus berupaya keras mengusut tragedi ini.(**/cnnindonesia.com)
Artikel ini telah terbit di CNN Indonesia “Puluhan Polisi Diperiksa Terkait Demo Ricuh di Seruyan” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20231013183257-12-1011012/puluhan-polisi-diperiksa-terkait-demo-ricuh-di-seruyan.

One comment