Skip to content

Bripda MA Akhirnya Masuk Patsus, Buntut Lempar Helm Ke Pelajar Hingga Alami Koma

BANTEN || NUSANTARAMAILS.COM – Kabid Propam Polda Banten menegaskan pihaknya akan melakukan penindakan tegas terhadap oknum polisi berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) MA.

Bripda MA melempar helm ke seorang pelajar SMKN 2 Kota Serang, Banten bernama Violent Agara. Akibatnya, korban terjatuh hingga kritis dan koma diruang ICU RSUD Banten.

Bripda MA akhirnya ditempatkan di Tempat Khusus (Patsus) oleh Div Propam Polda Banten.

Melansir dari laman tribunmedan.com, Kabid Propam Polda Banten Kombes Murwoto mengatakan, untuk menjamin proses hukum berjalan dengan objektif dan profesional, yang bersangkutan telah ditempatkan di Patsus sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Penanganan terhadap anggota dilakukan secara profesional dan tidak pandang bulu. Kami menjamin seluruh proses berlangsung secara transparan, akuntabel, dan sesuai aturan yang berlaku,” ujar Murwoto, Kamis (28/8/2025) dikutip tribunmedan.com.

Murwoto berjanji akan menindak Bripda MA dan mengusut kasus ini. Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban atas insiden ini yang mengakibatkan korban kritis.

Baca Juga : 

PMPPP Gelar Bimtek Penyusunan Perdes di Apresiasi Masyarakat Sebagai Bentuk Edukasi dan Penguatan SDM

“Kami turut prihatin atas kejadian tersebut dan mohon maaf atas tindakan anggota kami,” ucapnya.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (24/8/2025) sekitar pukul 02.15 WIB. Saat itu, personel Ditsamapta sedang melaksanakan patroli usai mendapat laporan adanya aktivitas balap liar di Jalan Palima-Pakupatan.

“Personel terbagi dua tim, masing-masing 10 orang. Tim 1 menemukan kumpulan anak muda yang langsung melarikan diri dengan sepeda motor. Pada saat yang sama, tim 2 juga melihat kendaraan roda dua yang kabur, lalu memutar arah ke jalur lambat dan berhenti di TKP,” kata Murwoto, Selasa (26/8/2025).

Sekitar pukul 02.45 WIB, salah satu motor yang melaju tanpa lampu utama disebut kaget melihat petugas yang sudah berada di badan jalan. Saat itulah, Bripda MA melempar helm ke arah pengendara.

“Pengendara kaget melihat petugas, sehingga salah satu personel patroli Bripda MA refleks melemparkan helm dan diduga mengenai pengendara tersebut,” jelasnya.

Lemparan helm itu membuat korban terjatuh dan terseret beberapa meter.

Korban mengalami luka di wajah, kepala, serta kaki karena tidak mengenakan helm. Hingga kini, korban masih dirawat intensif di ICU RSUD Banten.

“Korban terjatuh dari kendaraan roda dua dan terseret beberapa meter, mengakibatkan luka di wajah, kepala, dan kaki. Saat ini korban masih dirawat di ICU RSUD Banten,” ujar Murwoto.

Dikatakan Murwoto, berdasarkan hasil pengecekan rekaman CCTV petugas patroli menghadang kendaraan roda dua dengan cara memberhentikan kendaraan dan ancang-ancang melempar helm yang dikenakan.

Sedangkan rekaman video pemukulan tidak terekam oleh karena CCTV dikarenakan sekitar TKP korban terjatuh tidak ada CCTV.

“Bahwa berdasarkan klarifikasi para saksi menerangkan bahwa kendaraan roda dua yang dikendarai korban terlihat seperti akan menabrak Bripda MA sehingga personel tersebut melempar helm kearah Violent Agara Casttilo kaget dan terjatuh serta terseret sekitar 10 meter, setelah itu personel Ditsamapta membawa korban tersebut ke rumah sakit,” jelasnya.

Murwoto menambahkan bahwa kondisi motor korban tidak sesuai dengan standar pabrik.

“Bahwa kondisi motor korban tidak sesuai dengan standart pabrik yaitu knalpot brong, tidak ada lampu dan memakai ban cacing keadaan motor ini seperti spek drag race serta korban saat itu tidak memakai helm,” ujar Murwoto.

Polda Banten melakukan tindakan persuasif dengan mendatangi keluarga korban agar tidak terprovokasi oleh pihak-pihak lain.

Kemudian, lanjut Murwoto, Polda Banten membantu atas pengobatan korban selama dirawat.

“Kami melakukan proses penegakan hukum secara transparan dan obyektif terhadap Bripda MA baik peraturan disiplin ataupun kode etik, serta menepatkan ditempat khusus atau Patsus terhadap personel tersebut,” terangnya.

Sementara, paman korban, Handy, mengungkapkan kondisi keponakannya sangat parah dengan luka di kepala dan wajah.

“Dagu robek, bagian kepala belakang pecah sudah ke pembuluh darah, sama kaki luka-luka,” ujar Andi dilansir dari Tribun Jateng.

Ia menambahkan, kondisi Violent belum menunjukkan perkembangan sejak dirawat.

“Kondisi masih koma, masih dirawat di ICU, sudah 3 hari ini belum ada perkembangan,” ujarnya.(**)

Article topics

Leave a comment

Tinggalkan Balasan