MINAHASA || NUSANTARAMAILS.COM – Fase krusial saat penyelidikan dugaan korupsi di Minahasa justru berakhir dengan tragis. Seorang aparat penegak hukum yang bekerja maksimal dalam membongkar dugaan korupsi ini justru dibuang ke daerah pelosok.
Ditengah koar-koar janji berantas korupsi, justru seorang penegak hukum harus tersingkir dari panggung. Bukannya mendapat apresiasi atas kinerjanya yang mengarah pada nama-nama orang penting malah dimutasi tanpa penjelasan yang gamblang.
Bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Ini terjadi saat penyidikan sedang berjalan. Saat saksi-saksi telah diperiksa. Saat dokumen-dokumen penting mulai mengarah pada titik terang.
Bahkan koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulawesi Utara telah dilakukan untuk menghitung potensi kerugian negara.
Namun, di momen krusial itu, langkah Aipda Vicky Kantiandagho dihentikan. Dari Polres Minahasa, ia dipindahkan ke Polres Kepulauan Talaud, wilayah yang sangat jauh. Jarak yang bukan hanya geografis, tetapi juga menjauhkan dari kasus yang tengah ia bongkar.
Baca Juga :
CPNS 2026 Segera Dibuka? Bengkulu Selatan Ajukan 80 Formasi, Ini Prioritasnya!
Aipda Vicky tidak diam. Ia bersuara. Ia mengirimkan surat langsung kepada Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta kejelasan, meminta keadilan, meminta agar mutasi itu ditinjau ulang. Ia ingin satu hal sederhana, menuntaskan penyidikan yang telah ia mulai. Namun jawaban tak kunjung datang.
Dan akhirnya, pilihan itu diambil. Mengundurkan diri. Sebuah langkah yang bukan sekadar keputusan pribadi, tetapi juga sinyal keras, bahwa ada sesuatu yang tak berjalan semestinya.
Ketika seorang penyidik memilih mundur daripada meninggalkan kebenaran yang belum tuntas, publik patut bertanya:
Ada apa di balik mutasi ini?
Siapa yang merasa terancam?
Mengapa upaya membongkar korupsi justru berujung pada penyingkiran?
Kisah ini bukan hanya tentang satu polisi. Ini tentang sistem. Tentang keberanian yang berhadapan dengan kekuasaan. Tentang pertarungan sunyi antara integritas dan tekanan. Dan kini, Aipda Vicky Katiandagho telah pergi dari institusi.
Fakta Terungkap! Kajari Karo Akui Salah Tulis dalam Kasus Amsal Sitepu
Perjalanan karier Aipda Vicky Kantiandagho berhenti di fase krusial ini. Ia bukan lagi sebagai bagian dari keluarga besar Korps Bhayangkara yang dibanggakan rakyat.
Pasca pengunduran dirinya, ia kembali menjadi masyarakat biasa tanpa dibayangi atribut Bhayangkara.(**)

Leave a comment