KAUR || NUSANTARAMAILS.COM – Praktik premanisme yang berkedok Organisasi Masyarakat (Ormas) mulai meresahkan sejumlah kalangan, khususnya para pelaku usaha dan investor di daerah.
Hal ini disorot tajam oleh Ahmad Kudsi, pengamat sosial dan tokoh masyarakat Kabupaten Kaur yang menyebut fenomena ini sebagai ancaman serius terhadap iklim investasi dan stabilitas sosial di tingkat lokal.
“Sudah saatnya kita tegas. Premanisme yang menyaru sebagai ormas tidak boleh dibiarkan terus mengobok-obok investasi di daerah. Ini bukan hanya merugikan pengusaha, tapi juga masyarakat luas yang berharap pada hadirnya lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi,” tegas Ahmad Kudsi dalam keterangannya, Rabu (16/7/2025).
Menurutnya, banyak laporan menunjukkan adanya kelompok yang mengaku sebagai Ormas namun kerap melakukan intimidasi terhadap proyek-proyek investasi, baik skala kecil maupun besar.
Seperti halnya pada aksi-aksi unjuk rasa di perkebunan kelapa sawit PT Dinamika Selaras Jaya (DSJ) di Kecamatan Tanjung Kemuning.
Aksi yang berujung pada tindakan anarkis, pemblokiran jalan, perusakan portal hingga pendudukan camp karyawan yang diiringi pengusiran oleh kelompok Ormas tersebut.
Baca Juga :
Tindakan tersebut termasuk dalam modus-modus aksi premanisme yang berlindung dibalik nama Ormas. Oleh karenanya, perlu dilakukan tindakan tegas dan terukur oleh aparat.
“Ormas sejati harus menjadi mitra pembangunan, bukan alat tekanan atau pemaksaan. Jika dibiarkan, para investor akan berpikir dua kali untuk menanamkan modalnya, apalagi di daerah-daerah yang belum stabil,” ujarnya.
Ahmad Kudsi juga mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk lebih proaktif menangani masalah ini.
Ia menilai, penindakan terhadap premanisme tidak cukup hanya sebatas operasi rutin, melainkan perlu pendekatan sistemik, termasuk pembinaan terhadap ormas-ormas agar tetap berada pada rel yang benar.
“Jangan sampai daerah-daerah kehilangan momentum pembangunan hanya karena ulah segelintir oknum. Kita butuh keberanian untuk memutus mata rantai praktik-praktik ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kudsi mengajak masyarakat untuk lebih kritis dan tidak mudah terprovokasi dengan narasi-narasi yang dibalut semangat kebersamaan namun sejatinya hanya bertujuan memperkaya kelompok tertentu.
“Transparansi, hukum yang adil, dan peran aktif masyarakat adalah kunci menjaga keseimbangan antara pembangunan dan hak-hak sosial. Jangan biarkan preman berkedok ormas merusak harapan banyak orang,” pungkasnya.(yti)

One comment