JAKARTA || NUSANTARAMAILS.COM — 15 Organisasi Masyarakat (Ormas) yang melakukan investigasi usai tragedi Desa Bangkal Kecamatan Seruya Raya Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah (Kalteng).
Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) bersama 14 Ormas lainnya melakukan investigasi dengan cara wawancara terhadap masyarakat yang ada dilokasi tragedi.
Hasilnya, ada temuan dan pengakuan masyarakat bahwa polisi melakukan tindakan pemukulan menggunakan gagang senjata, menampar, dijepret menggunakan karet ketapel dan kekerasan verbal.
Melansir CNN Indonesia.com, Wakil Ketua Bidang Advokasi dan Jaringan YLBHI, Arif Maulana menyebut dugaan penganiayaan ini terjadi dalam konflik warga dengan aparat kepolisian di wilayah PT Hamparan Masawit Bangun Persada (HMBP) 1.
Arif menyebut temuan ini diperoleh tim dari hasil wawancara dengan warga Bangkal.

One comment